Gresik (beritajatim.com) – Peziarah yang mengunjungi wisata religi di Kabupaten Gresik membludak bertepatan dengan libur panjang Nataru (Natal dan Tahun Baru). Sejak Sabtu (23/12) para peziarah memadati makam penyebar agama islam di Pulau Jawa. Yakni, Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri.
Para peziarah kebanyakan datang secara rombongan menggunakan bus. Bahkan, dalam satu rombongan, bisa menggunakan beberapa bus. Selain rombongan masyarakat umum, juga banyak peziarah dari kalangan santri pondok.
Dalam sehari, peziarah bisa mencapai 2.000 orang. Meski melonjak drastis, jumlah ini masih banyak ketika menjelang bulan Ramadan. “Para peziarah kebanyakan dari rombongan pondok pesantren asal Jawa Barat, Lampung dan Sumatera Selatan,” ujarnya Soim, pengurus makam, Selasa (26/12/2023).
Sementara itu seorang peziarah Imam (36) asal Blora Jawa Tengah yang memimpin rombongan pondok pesantren mengatakan, kunjungan ke makam para wali adalah agenda tahunan. Tujuannya untuk mengenal para wali yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa, kepada para santri.
“Kegiatan ini rangkaian ziarah wali serta menelusur jejak tokoh penyebar agama Islam di Jawa,” ungkapnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Rokhanah (60) asal Palembang, Sumatera Selatan. Dia menyatakan dirinya baru kali ini berziarah ke Wali Allah penyebar agama Islam di Pulau Jawa. “Iya saya pertama kali ke makam Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri. Ini bersama dengan sanriwati lainnya,” tandasnya. [dny/suf]






