Kediri (Beritajatim.com) – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-117 Kodim 0809/ Kediri di Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto Kota Kediri hari ini ditutup.
Penutupan TMMD ke-117 Kodim 0809 Kediri ini dimeriahkan oleh pertunjukan barongsai, seni bela diri 13 perguruan silat di wilayah Kediri bersama TNI Polri, Satpol PP, dan penjualan sembako murah, pameran UMKM, dan panggung hiburan.
Kasdam V Brawijaya Brigjen Niko Fahrizal menyampaikan, pelaksanaan TMMD ke-117 2023 di wilayah Jawa Timur ada sebanyak lima titik salah satunya di Kediri.
Menurutnya, TMMD ini menjadi manunggal antara TNI, POLRI, pemerintah maupun masyarakat. Selain itu, ia melihat suasana upacara penutupan maupun kegiatan penutupan ini berjalan dengan meriah dan luar biasa.
“Suasananya betul-betul menyatu bahwa kita sama sama bangsa Indonesia. Saya lihat ramai-ramai ini seperti lebaran,” jelasnya.
Baca Juga : Tim Sepakbola Kota Kediri Satu Grup dengan Juara Porprov Jatim 2019
Lebih lanjut Brigjen Niko menyebut, dengan adanya kegiatan TMMD ini menjadi guyub dan ada hasilnya yakni pembangunan jalan, rehabilitasi puskesmas pembantu, rumah tidak layak huni, hingga tandon air.
Sedangkan, hal tersebut diketahui merupakan sinergitas antara kodim yang menerima apa yang diinginkan kemudian berkoordinasi dengan pemerintah maupun DPRD.
“Memang berjalan dengan baik dan benar-bener luar biasa bisa bersinergi,” ucapnya.
TMMD ke-117 di Kodim 0809 Kediri memang melibatkan perguruan silat yang ada di wilayah Kediri. Hal itu turut ditampilkan dalam upacara penutupan hingga atraksi yang membuat masyarakat menjadi senang dan para pejabat yang hadir sangat antusias menikmati kegiatan.
Menurut Niko, ada sebanyak 13 perguruan silat di wilayah Kediri yang turut serta dalam menyemarakkan kegiatan tersebut. Sedangkan, silat merupakan budaya Indonesia yang harus di kembangkan yang mana di Provinsi Jawa Timur memang sangat luar biasa.
Ia melihat, anak-anak perguruan silat sangat terampil dan bela diri untuk membela bangsa. Oleh karenanya, dia berharap di seluruh Jawa Timur agar bisa seperti ini karena suatu hal sangat baik sebagai budaya Indonesia.
“Ini tentunya berkat dari Forkompinda seperti dandim, kapolres yang bisa mengguyubkan menjadi satu kemampuan perguruan silat di Kediri,” ungkap Kasdam V Brawijaya. [nm/ted].






