Mojokerto (beritajatim.com) – Warga binaan lanjut usia (lansia) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto mengikuti Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) di aula serba guna Lapas Klas IIB Mojokerto. Screening kesehatan ini dilakukan untuk monitoring dan deteksi dini faktor resiko penyakit.
Posbindu yang digelar Lapas Klas IIB Mojokerto ini dilaksanakan oleh petugas kesehatan Lapas dengan didampingi Kasi Bimnadik serta Kasubsi Perawatan. Selain dilakukan deteksi dini penyakit pada warga binaan lansia juga dilakukan pemberian extra fooding berupa kolak kacang hijau untuk menambah nutrisi warga binaan.
Tercatat ada sebanyak 19 warga binaan lansia yang mengikuti kegiatan tersebut. Sebelum menjalani screening kesehatan, warga binaan lansia menerima edukasi terkait kesehatan dan pola hidup sehat yang disampaikan petugas kesehatan Lapas Klas IIB Mojokerto, Yunis Argestin.
[berita-terkait number=”3″ tag=”lapas-mojokerto”]
“Beberapa warga binaan lansia tercatat memiliki penyakit tidak menular yang mengharuskan mengkonsumsi obat rutin. Sehingga warga binaan lansia harus disiplin minum obat secara rutin. Terdeteksinya warga binaan lansia memiliki penyakit sejak screening awal masuk Lapas,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasi Bimnadik Bayu Noviyanto mengatakan, kegiatan Posbindu rutin dilakukan Lapas Klas IIB Mojokerto. “Kegiatan Posbindu ini secara rutin akan kita laksanakan pada tiap bulannya sehingga diharapkan bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin sebagai upaya dalam menjaga kesehatan,” tegasnya. [tin/suf]






