Ngawi (beritajatim.com)- Seorang petani di Ngawi diduga meninggal akibat tersengat listrik dari pagar pondok pesantren di Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Minggu (6/8/2023).
Korban bernama Eko Sisgiono (40) dan merupakan warga setempat. Dia ditemukan tergeletak di sawah yang berdekatan dengan sebuah pondok pesantren. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi mencoba menolong korban namun merasa adanya sengatan listrik yang berasal dari pagar pondok pesantren.
Salah seorang warga setempat, Suryanto, mengungkapkan, “Kami ingin menolong korban namun begitu mendekat sekitar 2 meter, kami merasakan sensasi listrik. Korban sudah terlentang dan kami tidak tahu apakah dia sudah meninggal atau belum pada saat itu. Beberapa dari kami yang mencoba menolong juga merasakan sengatan listrik. Akhirnya, ada yang berani melepaskan tangki semprot yang dibawa oleh korban. Setelah itu, korban segera dibawa ke Puskesmas Widodaren, tetapi nyawanya tidak dapat diselamatkan.”
BACA JUGA:
Naik Genteng Liat Pemandangan, Warga Pasuruan Tersengat Listrik dan Meninggal
Pihak kepolisian datang ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Mereka juga melibatkan petugas dari PLN untuk memeriksa apakah terdapat aliran listrik di pagar pondok pesantren. Selain itu, mereka juga mengamankan alat semprot bertenaga listrik yang digunakan oleh korban.
“Kami tiba di TKP setelah korban sudah dibawa ke rumah duka. Kami meminta bantuan petugas dari PLN. Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan aliran listrik di pagar pondok pesantren. Kami menduga ada dua kemungkinan sumber aliran listrik, yakni di pagar dan di alat semprot yang digunakan oleh korban. Namun, kami dapat memastikan bahwa pagar pondok pesantren aman,” ungkap Kapolsek Widodaren, AKP Farid Suharta.
Meskipun demikian, penyebab pasti kematian korban masih belum diketahui. Keluarga korban telah menerima peristiwa ini sebagai musibah. Pihak kepolisian hanya melakukan visum luar dan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. [fiq/suf]






