Banyuwangi (beritajatim.com) – Petani Kecamatan Kalibaru mendukung penuh pencalonan kembali Ipuk Fiestiandani sebagai Bupati Banyuwangi. Mereka juga tak segan memberikan semangat dan suaranya pada Pilkada 2024 mendatang.
Mereka menilai, sejumlah program saat Ipuk Fiestiandani menjadi Bupati Banyuwangi sangat dirasakan oleh masyarakat. Salah satu contohnya yaitu program Padat Karya.
Program ini merupakan langkah baru yang digulirkan Pemda Banyuwangi pada awal 2024 lalu. Program tersebut juga sebagai salah satu bentuk upaya dari pengentasan kemiskinan.
Sepanjang perjalanannya, program Padat Karya telah menyentuh 2.400 warga. Sehingga, sangat layak untuk dilanjutkan pada periode berikutnya.
“Kami berharap program padat karya ini bisa terus dilanjutkan karena dampaknya sangat positif bagi petani,” kata Koordinator petani di Kalibaru, Joko Samiono.
Pada praktiknya program Padat Karya berjalan dengan melakukan intervensi ke warga miskin yang masuk di database UGD Kemiskinan Banyuwangi. Dari data itu warga pra sejahtera yang masih produktif, dilibatkan dalam program yang diinisiasi oleh Dinas PU Pengairan.
Selama ini, ribuan penerima manfaat itu banyak berasal dari kalangan petani. Dari kasus ini, banyak kalangan mereka yang meminta agar program ini terus berlanjut karena cukup bermanfaat.
Pernyataan untuk melanjutkan program terlontar saat pertemuan Ipuk Fiestiandani bersama ratusan petani di Kalibaru dan Glenmore Dam Sarbanti, Dusun Tegalgondo, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru.
“Khusus di Dam Sarbanti, program Padat Karya ini dirasakan oleh 120 petani,” terang Joko.
Selain itu, Asmat, petani lainnya juga merasakan hal yang sama mengenai manfaat program itu. Dia menilai program tersebut memberi pemasukan tambahan untuk kebutuhan keluarga.
“Program ini membantu kami yang kurang mampu, karena bisa mendapat pemasukan tambahan. Semoga ke depannya bisa diteruskan,” ungkap petani dari Krikilan, Glenmore itu.
Ponijan pun demikian. Dia berharap agar program ini terus berkelanjutan. “Padat karya ini sangat membantu ekonomi kecil terutama bagi kami para buruh tani. Kami berharap program ini terus berjalan,” katanya.
Sementara itu, Ipuk Fiestiandani yang juga Cabup Banyuwangi nomor 1, menyebut pelibatan warga dalam program Padat Karya mendapat tanggapan yang positif. Mereka meminta agar program yang baik ini dapat berlanjut.
Teknis di lapangan, kata Ipuk, para warga pra sejahtera dilibatkan dalam pekerjaan pemeliharaan saluran irigasi melalui kegiatan normalisasi yang tersebar di seluruh Banyuwangi. Melalui instrumen itu, sehingga tidak hanya program pembangunan yang berjalan, namun juga berdampak terhadap terbukanya lapangan kerja bagi warga miskin.
“Melalui program ini kami selain pembangunan dan pemeliharaan irigasi, juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian arus bawah, produktivitas pertanian, dan kesejahteraan warga di Banyuwangi. Program ini akan kami perluas jangkauannya,” kata Ipuk. [rin/suf]






