Lamongan (beritajatim.com) – Para petambak di Kabupaten Lamongan mulai memasuki masa panen raya. Tapi mereka harus dihadapkan dengan persoalan klasik, yakni harga ikan yang tidak bersahabat.
Dari pantauan di Pasar Ikan Lamongan, penurunan harga terjadi pada hampir semua jenis ikan air tawar, terutama mujair dan tombro.
Penyebab rendahnya harga ikan adalah pasokan ikan yang sangat berlimpah, namun tak sebanding dengan daya serap. Situasi ini yang menjadi penyebab utama jatuhnya harga.
Kepala UPT Pasar Ikan Lamongan, Wahyono, mengungkapkan harga ikan Mujair yang biasanya berada di kisaran Rp 18.000 per kilogram, kini merosot di kisaran Rp 8.000 hingga Rp 12.000.
“Bahkan kalau sudah siang, harga Mujair bisa anjlok lagi sampai Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per kilogram. Ini dampak dari banyaknya ikan saat musim panen, sehingga pengepul tidak bisa menyerap semuanya,” kata Wahyono, Jumat (24/4/2026).
Wahyono menegaskan bahwa pihak pengelola pasar tidak memiliki kewenangan untuk melakukan intervensi terhadap harga yang berlaku di lapangan. Menurutnya, naik turunnya harga merupakan hasil kesepakatan dalam transaksi komersial.
“Penentu harga ini sepenuhnya adalah mekanisme pasar antara petani dan para tengkulak atau pengepul. Kami dari pihak pengelola pasar hanya menyediakan fasilitas tempat untuk bertransaksi, sementara mengenai harga itu murni urusan transaksi mereka di lapangan,” kata Wahyono.
Sementara itu, Menurut Gita Dwi Amelia, salah seorang tengkulak ikan, penurunan harga ikan sudah terjadi kursng lebih sepekan terakhir.
“Sudah satu minggu terakhir ini harganya anjlok. Untuk tombro saja sekarang paling mahal Rp 12.000 sampai Rp 13.000, padahal biasanya jauh di atas itu,” kata Gita.
Anjloknya harga ini terjadi tepat saat memasuki masa panen raya, yang diperparah dengan banjir beberapa waktu lalu, yang berpengaruh terhadap kualitas ikan.
“Petani jelas mengeluh. Kemarin kena dampak banjir, ikan jadi tidak bisa tumbuh besar maksimal. Sekarang waktunya panen, harganya malah turun. Pasti petani sedih sekali merasakan dampaknya,” ujarnya. (fak/aje)






