Mojokerto (beritajatim.com) – Jelang penerimaa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tahun ajaran 2024/2025, Pejabat (Pj) Wali Kota Mojokerto, Moh Ali Kuncoro menghimbau agar dapat menghindari persoalan yang mungkin muncul selama proses PPDB berlangsung.
“Saya berharap PPDB online di Kota Mojokerto bisa berlangsung tanpa kendala berarti. Ini adalah sebuah upaya kita memitigasi, menjinakkan setiap permasalahan. Ini bukan PPDB online kita yang pertama, berarti seharusnya kita sudah bisa belajar banyak dari tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya, Jumat (29/3/2024).
Orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto ini berharap tidak ada gangguan jaringan pada situs web PPDB. Mengingat, orang tua kerap panik ketika persoalan terjadi dalam proses PPDB online. Alhasil, orang tua akan memastikan lebih lanjut dengan menghubungi pihak sekolah yang ditujuh.
“Jadi kalau ada orang tua yang ke sekolah, tolong tempatkan Anda di posisi mereka. Kata kuncinya adalah bagaimana Anda ingin dilayani sehingga Anda bisa memberikan pelayanan yang terbaik. Jangan sampai ada sekat batas geografis antara kita. Diutamakan memang masyarakat Kota Mojokerto. Tapi bukan berarti di luar kota tidak boleh,” katanya.
Sosok yang akrab disapa Mas Pj ini berpesan Kepala Sekolah TK, SD/MI, SMP/Mts negeri maupun swasta se-Kota Mojokerto agar tidak menutup kesempatan bagi siswa bukan warga Kota Mojokerto yang ingin bersekolah di Kota Mojokerto. Karena menurutnya, pendidikan adalah hal setiap warga negara Indonesia sebagaimana amanat konstitusi.
“Pendidikan itu memang hak, sebagaimana amanat konstitusi, yang harus kita siapkan. Saya tidak ingin ada pembeda. Hari ini mari kita niatkan untuk mempersiapkan sumber daya manusia Kota Mojokerto semakin unggul dan siap berkompetisi di masa datang,” pungkasnya.
Berdasarkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Kota Mojokerto, sebanyak 65 persen kuota siswa digunakan untuk kategori sesuai zonasi. Sebanyak 15 persen afirmasi, sebanyak 15 persen jalur prestasi dan sebanyak 5 persen bagi siswa dengan orang tua berdinas di wilayah Kota Mojokerto. [tin/suf]






