Surabaya (beritajatim.com) – Setelah sempat terseok-seok menjalani musim 2020-2021 tahun lalu, kini Liverpool memulai liga dengan cukup meyakinkan. Dari enam laga yang telah di jalani, mereka belum pernah kalah. Dua kali imbang masing-masing lawanChelsea dan Brentford minggu lalu, 4 laga lainnya berhasil di sapu bersih dengan kemenangan.
Performa baik mereka pun merembet ke laga-laga di kompetisi lain. Menurunkan tim muda di Piala Liga melawan Norwich City, mereka mampu menang meyakinkan dengan skor 0-3. Begitu juga di Liga Champions, The Reds berhasil meraih dua kemenangan di dua laga mereka melawan Milan dan terakhir membantai Porto 5-1 Rabu (29/9) dini hari lalu.
Tajamnya lini depan memang menjadi nilai terbesar dari performa Liverpool awal musim ini. Kombinasi Mane, Salah, Jota, kadang juga dengan Firminho benar-benar memberikan terror bagi lawan-lawan mereka. Namun, akhir pekan ini mereka akan dihadang oleh lawan yang tidak mudah; Manchester City.
Meski baru saja mengalami kekalahan atas PSG di Liga Champions, tim asuhan Pep Guardiola ini masihlah satu dari klub terbaik di Liga Inggris. Dengan sistem permainan Pep yang identik dengan penguasaan bola serta pergerakan yang fluid antar pemainnya, City juga menjadi tim yang mengerikan ketika menyerang.
Di setiap pertandingan mereka hampir selalu mendominasi pertandingan. Kombinasi De Bruyne, Bernardo Silva, dan Gundogan di lini tengah menjadi kekuatan utama mereka. Tiga gelandang ini bermain dengan sangat fluid. Mereka bisa turun sampai lini pertahanan untuk menjemput bola dan menyusun penyerangan, sekaligus dalam beberapa waktu kemudian muncul di depan kotak pinalti lawan untuk mencipatakan peluang mencetak gol.
Meski tak memiliki pemain dengan tipikal striker murni, lini serang City tetap menakutkan. Jack Grealis, dan Mahrez yang piawai menggiring bola dan melewati lawan pasti akan memberikan kesulitan bagi pertahanan Liverpool. Apalagi, Liverpool harus kehilangan Trent Alexander-Arnold yang sedang dibekap cedera.
Pertandingan antara dua kandidat terkuat juara Liga Inggris ini sangat menjanjikan permainan yang menyerang. Liverpool dengan pressing ketat dan permainan direct cepat, sedangkan City dengan penguasaan bola dan pergerakan pemain yang cair.
Meski begitu, kans Liverpool untuk menang bisa dibilang lebih tinggi. Sebab, selain mereka bermain di Anfield, lini serang mereka sedang on fire. Salah dan Mane minggu demi minggu terus mencatatkan nama di papan skor. Dan siapapun yang dimainkan di tengah baik Jota maupun Firminho, keduanya juga sedang dalam performa terbaik.
Hal ini diperkuat dengan lini pertahanan yagn kokoh di bawah komando Van Dijk dan Alisson di bawah mistar. Apalagi, dari beberapa pertandingan terlihat City memiliki kelemahan ketika harus menghadapi serangan balik cepat. Sesuatu yang menjadi ciri khas dari Liverpool. Menyerang dengan bola-bola diagonal dari sisi ke sisi dan mengandalkan kecepatan Mane serta Salah. [tur/bjo]






