Jakarta (beritajatim.com) – PT Pertamina (Persero) bersinergi dengan PT Elnusa Tbk dan Yayasan Baitul Hikmah (YBH) menghadirkan solusi akses air bersih bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh Tamiang melalui pembangunan sumur bor. Langkah ini diperkuat dengan penyerahan tujuh unit alat bor sumur air jacro untuk memastikan pemulihan kesehatan serta aktivitas sosial warga Sumatra berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.
Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan paling mendasar bagi pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat di wilayah terdampak pascabencana. Tanpa akses air yang memadai, risiko gangguan kesehatan massal dapat memperburuk kondisi darurat yang tengah dihadapi oleh warga setempat.
Kolaborasi ini juga melibatkan penyaluran donasi dari para pekerja Elnusa Group untuk membangun sumur air pompa di lokasi dengan mobilitas warga yang tinggi. Strategi ini dirancang agar bantuan tidak hanya bersifat darurat, melainkan terukur, akuntabel, dan memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan.
Vice President CSR & SMEPP Pertamina, Rudi Ariffianto, menegaskan bahwa pengalaman perusahaan dalam penanganan bencana menunjukkan air bersih selalu menjadi kebutuhan paling vital. Fokus utama perusahaan adalah memastikan masyarakat segera mendapatkan fasilitas sanitasi yang layak selain bantuan logistik dan energi.
“Dari berbagai pengalaman Pertamina dalam mendukung pemulihan bencana di Indonesia, kebutuhan air bersih selalu menjadi kebutuhan utama. Karena itu, kolaborasi ini kami lakukan untuk memastikan masyarakat dapat segera memperoleh akses air bersih yang layak,” ujar Rudi dalam acara resmi di Graha Elnusa, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Direktur Operasi PT Elnusa Tbk, Andri Haribowo, menambahkan bahwa inisiatif ini mencerminkan komitmen nyata dalam menghadirkan solusi berbasis kapabilitas teknis perusahaan. Sinergi lintas entitas ini menjadi fondasi penting untuk membangun kemandirian dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana di masa depan.
“Inisiatif ini tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi pemulihan yang lebih tangguh ke depan. Kami berharap bantuan ini memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam masa pemulihan,” kata Andri menjelaskan visi program tersebut.
Fokus utama penyerahan tujuh unit alat bor jacro ini menyasar wilayah Aceh Tamiang dan Pidie Jaya yang mengalami dampak kerusakan infrastruktur cukup parah. Hingga saat ini, tim teknis Pertamina telah berhasil menuntaskan pengeboran lima titik sumur strategis yang tersebar di wilayah Aceh Tamiang.
Lokasi pengeboran tersebut mencakup Musholla Babul Jannah di Teluk Halban, Desa Teluk Kepayang, hingga Masjid Istikomah di Desa Alur Cucur. Selain itu, dua titik sumur lainnya telah diaktifkan pada area hunian sementara di wilayah Kecamatan Karang Baru untuk membantu pengungsi.
Pertamina juga mencatatkan keberhasilan reaktivasi 19 sumur bor lama yang sempat terhenti operasionalnya di berbagai pelosok Kabupaten Aceh Tamiang. Hingga 8 Januari 2026, pasokan air bersih sebanyak 2.165.000 liter telah didistribusikan secara rutin melalui armada truk tanki setiap harinya.
Program kemanusiaan ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pada poin penyediaan air bersih dan sanitasi yang layak. Upaya ini sekaligus memperkuat aksi iklim serta pembangunan komunitas yang tangguh terhadap ancaman bencana alam yang kian dinamis.
Sinergi Pertamina dan Elnusa menegaskan posisi BUMN sebagai bagian dari solusi kemanusiaan yang hadir secara langsung di tengah kesulitan rakyat. Rudi Ariffianto menyatakan komitmen penyediaan fasilitas ini akan terus diperluas ke berbagai titik terdampak di Sumatra Utara hingga Sumatra Barat.
“Air bersih bukan hanya kebutuhan masa tanggap darurat, tetapi juga kebutuhan jangka panjang masyarakat pascabencana. Karena itu, Pertamina berkomitmen menyediakan fasilitas air bersih di puluhan titik yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” tegas Rudi. [hen/beq]






