Sumenep (beritajatim.com) – Pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar melakukan safari politik ke Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada Jumat (29/9/2023).
Ada tiga agenda kegiatan pasangan ‘Amin’ ini selama kunjungan ke Sumenep, yakni ke Pondok Pesantren Ar Raudah, Jalan Lingkar untuk menghadiri peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW. Kemudian dilanjutkan dengan sholat Jumat di Masjid besar Nur Muhamad, dan lokasi ketiga di pondok pesantren Annuqayah Guluk-guluk untuk bertemu pengasuh pondok dan puluhan ulama.
Anies yang baru pertama kali menginjakkan kaki ke Sumenep mengaku sangat terkesan dengan sambutan hangat masyarakat Sumenep. Ia merasa seperti kembali ke keluarga sendiri dan kampung halaman sendiri.
“Saya sudah beberapa kali ke Madura. Tetapi ke Sumenep baru ini pertama kalinya. Ternyata luar biasa. Saya merasa kembali ke keluarga sendiri. Sambutannya hangat,” ucap Anies.
Ia berharap bisa mengemban amanah besar dengan sebaik-baiknya. Menjadi pemimpin Indonesia dipandang sebagai misi, bukan target untuk diraih. Baginya apabila sekedar target, maka begitu tercapai akan selesai.
BACA JUGA:
Anies Cerita Soal Alexis di Hadapan Para Kiai Jember
“Berbeda dengan misi. Ketika proses selesai, maka misi dilaksanakan. Misi kami itu Indonesia bersatu, aman, damai, dan sejahtera,” ujarnya.
Ia juga menyoroti terjadinya ketimpangan di negara ini. Misalnya di bidang pertanian. Meski harga beras mahal, tetapi uang tidak sampai ke petani.
“Meski beras mahal, kalau uang itu sampai ke petani, saya pikir kita semua akan ikhlas. Nah yang terjadi sekarang ini, beras mahal, uang tidak sampai ke petani. Hilang di tengah jalan. Nah ini kemudian terjadi ketimpangan-ketimpangan,” paparnya.
Ia pun ingin mengubah kondisi tersebut, karena ketimpangan apabila dibiarkan tidak bisa menghasilkan persatuan. “Tapi perubahan ini tidak bisa dikerjakan sendiri. Semua harus bergerak. Karena perjuangan bukan soal jabatan, melainkan kemaslahatan umat,” tandasnya. [tem/beq]






