Kediri (beritajatim.com) – Para netizen yang berbasis suporter dari Kediri menghujat Persik Kediri usai dibantai Bhayangkara FC pada laga pekan ke-31 BRI Liga 1 2023/2024 dengan skor 0-7. Mereka mencium aroma suap dalam pertandingan di Stadion STIK Jakarta, pada Selasa malam (16/4/2024) kemarin.
“Pecat dengan tidak hormat pemain yang terbukti kena suap,” desak akun Instagram @lintaskomunitas.kediriraya. Dia mengomentari postingan statment Persik Kediri melalui akun resmi klub @persikfcofficial, pada Rabu (17/4/2024).
Setelah 6 jam diunggah, postingan Persik Kediri dibanjiri komentar warganet, khususnya suporter asal Kediri. Sedikitnya ada 6.336 komentar dan 15.492 like terhadap ungghan itu. Mayoritas mereka berkomentar negatif dengan nada menghujat.
Dalam banyak komentarnya tersebut, netizen mencolek beberapa tokoh penting dalam sepakbola Indonesia. Salah satunya Erick Thohir, selaku Ketua Umum PSSI. “Pak ET @erickthohir mohon dicek pertandingan ini, usut tuntas pak jika terindikasi macth fixing,” desak @mr.stevanov14.
“Orang usah ngomong produktivitas sisa laga, usut pemain yang terindikasi menerima suap!” tulis @persik_mania_wates_raya.
“Jangan cuma evaluasi, tapi interogasi tuh para pemain khususnya pemain belakang,” tulis @ajisni17.
“Saya pribadi ikhas sih semisal match tersebut diselidiki oleh pihak berwenang terus semisal kebukti ada sesuatu disanksi apa aja ikhlas. Masih ingat big banner temen-temen utara kan ‘Sura Dira Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti…” tulis @haiyahiyahob.
Sementara itu, Manajamen Persik Kediri terbuka untuk setiap masukan dari Komunitas Persik Mania. Hal itu mereka tegaskan dalam pernyataan resmi usai kekalahan memalukan dari Bhayangkara FC 0-7. Mereka juga mempersialahkan Satgas Mafia Bola untuk melakukan investigasi.
“Manajemen Persik Kediri, sesaat setelah pertandingan berakhir segera melakukan evaluasi bersama dengan jajaran pelatih, dan dilanjutkan dengan bersama seluruh pemain pada malam yang sama hingga dini hari tadi Rabu (17/4/2024). Evaluasi ini tidak akan berhenti. Karena, Persik Kediri merupakan klub sepakbola profesional yang menjunjung tinggi azas fair play, setiap tindakan yang mencoreng marwah Sepakbola, tentu merupakan hal yang tidak dapat diterima,” tulis manajemen dalam rilis resminya, pada Rabu (17/4/2024).
Persik Kediri memiliki visi yang jelas untuk membawa klub kebanggaan Kediri Raya hingga berprestasi ke level Asia, sehingga Manajemen Persik Kediri pun akan berkomunikasi dan melaporkan kepada pihak Satgas Anti Mafia Bola. Termasuk, Persik kediri yang merupakan klub dengan sisi kekeluargaan yang tinggi termasuk dengan suporter terbuka untuk setiap masukan dari komunitas Persik mania.
Meski demikian, Manajemen Persik Kediri memastikan untuk berupaya lebih keras lagi guna memastikan produktivitas pemain di tiga sisa laga Liga 1 BRI 2023/2024. [nm/ian]






