Surabaya (beritajatim.com) – Untuk pertama kali, lawatan Persija ke Surabaya tanpa pengawalan kendaraan rantis dari kepolisian. Bukan hanya saat official trainning Selasa malam, dalam perjalanan menuju Stadion Joko Samudro, Rabu (5/4/2023) tim Persija hanya mengendarai bus seperti tim sepak bola yang bertandang ke Persebaya.
Aji Santoso, pelatih Persebaya Surabaya mengatakan jika saatnya para suporter ini mengerti makna rivalitas hanya 90 menit di lapangan saat pertandingan, dengan kabar ini berarti ada sesuatu hal yang positif dari para bonek.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/olahraga/persija-jakarta-pincang-pemain-aji-sebut-ini-bukan-keuntungan/
“Revalitas di lapangan hanya 90 menit baik.pemain maupun suporter selebihnya ya bersaudara, jika memang persija datang hanya menggunakan bus tanpa rantis tentu ini hal yang positive artinya suporter sudah berubah,”ungkap Aji.
Lebih lanjut dikatakan Aji, para suporter sudah bisa membedakan mana yang baik dan buruk, ini adalah hal yang positive artinya bonek bisa membawa keamanan dan kenyamanan.
“Saya respect dengan para bonek, mulai memikirkan hal yang positif. Memberikan kenyamanan dan keamanan bagi Persija tanpa harus menggunakan rantis artinya bonek dimanapun dan kemanapun aman dan dimulai dari saat ini,” imbuhnya.
Berbeda dengan sebelumnya, dimana para pemain hingga para pemain Persija Jakarta jika bermain di home Persebaya harus dengan kawalan yang cukup ketat. (way/kun)






