Kediri (beritajatim.com) – Sebanyak 1.204 jamaah haji asal Kabupaten Kediri telah dinyatakan siap secara administratif dan fisik untuk diberangkatkan pada musim haji tahun ini. Dari total kuota tersebut, 1.198 jamaah sudah terbagi dalam kelompok terbang (kloter) tetap, sementara enam jamaah lainnya merupakan jamaah tambahan yang saat ini masih menunggu kepastian penempatan kloter final.
Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Kediri memastikan bahwa seluruh tahapan krusial, mulai dari tes kesehatan hingga pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH), telah diselesaikan oleh para calon jamaah.
Kasi Bina dan Pengendalian Ibadah Haji dan Umrah Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Kediri, Mhafudziah Afindis, menjelaskan bahwa posisi enam jamaah tambahan tersebut saat ini masih bersifat fleksibel. Penempatan mereka bergantung pada ketersediaan kursi kosong di kloter yang ada agar pengisian kuota tetap optimal.
“Sudah naik menjadi jemaah haji, cuman nanti mau ditempatkan di kloter mana itu yang belum pasti. Masih bisa geser-geser. Kalau sementara ini, enam jemaah itu yang dua di kloter 68, yang empat di kloter 109,” ujar Afindis saat memberikan keterangan terkait progres keberangkatan.
Meskipun kesiapan secara umum sudah mencapai tahap akhir, Afindis mengungkapkan terdapat tiga calon jamaah haji yang memilih untuk menunda keberangkatan mereka tahun ini. Alasan penundaan tersebut bukan karena kendala kesehatan atau administrasi, melainkan faktor psikologis dan sosial karena merasa tidak memiliki rekan atau kelompok yang dikenal dalam kloter keberangkatan.
Keputusan ini cukup disayangkan mengingat para jamaah cadangan sebenarnya telah menandatangani surat pernyataan kesiapan untuk diberangkatkan sewaktu-waktu, termasuk jika harus mengisi posisi mendadak dengan persiapan kurang dari 24 jam.
Mengenai logistik dan perlengkapan, Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Kediri saat ini tengah menuntaskan distribusi koper serta identitas jamaah. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pengadaan kartu identitas (ID Card) jamaah kini dikelola langsung oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jatim dan dijadwalkan tiba di daerah pada H-5 sebelum keberangkatan.
“Semua tahapan sudah dilalui. Sekarang tinggal menjaga kondisi agar tetap prima hingga hari pemberangkatan,” tambas Afindis.
Berdasarkan jadwal yang telah disusun, jamaah haji Kabupaten Kediri akan mulai memasuki Asrama Haji Embarkasi Surabaya secara bertahap pada 19 hingga 20 Mei 2026. Pihak Kemenag mengimbau agar seluruh jamaah tetap fokus menjaga kesehatan dan meminimalisir aktivitas fisik yang berlebihan agar kondisi tubuh tetap prima saat menjalankan rangkaian ibadah di tanah suci. [nm/kun]






