Lamongan (beritajatim.com) – Persela Lamongan resmi berpisah dengan sang pelatih Aji Santoso. Perpisahan itu sudah diumumkan melalui akun resmi media sosial klub, Rabu (8/10/2025).
“Terima kasih Coach Aji Santoso sudah Membersamai Persela Lamongan. Sukses selalu coach sampai jumpa di lain kesempatan,” tulis akun Instagram Persela.
Sementara CEO Persela, Fariz Julinar Maurisal, menyebut pihaknya mengakhiri kerjasama dengan Aji Santoso, lantaran sang juru taktik tidak bisa memenuhi target di 4 pertandingan awal.
“Untuk coach Aji Santoso, manajemen memutuskan untuk mengevaluasi karena tidak mencapai targetnya selama 4 match awal, di mana 2 kekalahan di home yang sangat merugikan tim,” kata Fariz, saat dikonfirmasi, Rabu (8/10/2025).
Setelah perpisahan dengan Aji Santoso, Laskar Joko Tingkir akan dipimpin karteker, untuk melakukan persiapan menghadapi laga lanjutan Championship.
“Dipimpin karateker coach Ragil,” kata Rariz.
Sementara itu, sampai berita ini ditulis, Aji Santoso belum memberikan jawaban, saat dikonfirmasi mengenai berakhirnya kerja sama dengan Persela.
Di sisi lain, unggahan di akun Instagram Persela mengenai perpisahan dengan Aji Santoso, menuai berbagai komentar dari kalangan warganet. Mayoritas mereka mempertanyakan pemberhentian Aji Santoso.
Seperti komentar dari akun @gee_nu, dia menilai penyebab belum stabilnya performa Persela, bukan sepenuhnya kesalahan dari sang pelatih.
“Menurutku masalahnya bukan di aji santoso, dia pelatih berpengalaman, filosofi sepak bolanya jelas, hanya saja kapasitas pemain persela yang belum bisa menerapkan sistemnya. (baru 4 match loh koen berharap opo ??) jika masalah nya adalah pemilihan tranfer pemain, kita tidak ada yang tahu, dia difasilitasi atau tidak untuk dapat pemain yang dia mau ?.. dia dikasih budget berapa ??.. mungkin ae, ketika manajemen tidak bisa memberi pemain yang diinginkan aji, mereka mencari pemain alternatif, dan hasilnya seperti ini,” tulis @gee_nu.
Komentar senada juga dituliskan oleh akun @matchwornpersela, yang menyebut perekrutan pemain Persela musim ini sangat jauh dari karakter Aji Santoso.
“Belasan tahun saya mengikuti perjalanan beliau dikancah persepakbolaan Indonesia. Baru kali ini Coach Aji Santoso mempunyai hampir 65% pemain berusia diatas 30 tahun. Tampaknya manajer Persela lebih percaya kepada Agennya ketimbang memilih Aji Santoso untuk merekrut pemain muda berkualitas seperti saat ia menukangi Persebaya dan Arema dibeberapa tahun yang lalu. Sukses Coach,” tulisnya.
Akun salah satu kelompok suporter fanatik Persela, @curvaboys_1967 juga turut mengkritisi langkah manajemen. Begitu juga akun @harianpersela, yang menyayangkan berakhirnya kerjasama dengan Aji Santoso.
“Grong sempet pembuktian Jon Mena kok wes makasih ae! Opo gak yo tambah abot!,” tulis @harianpersela.
Sementara sumber lain dari internal Persela menyebutkan, hubungan antara Aji dan Fariz sudah renggang sejak awal musim. Salah satu perkaranya, Fariz terlalu mencampuri urusan teknis dan perekrutan pemain.
Persoalan itu membuat Aji merasa sudah tidak nyaman dan tidak sejalan dengan tujuan awal untuk membawa Persela promosi ke Super League. Bahkan Aji sempat mimta mundur dari kursi kepelatihan sebelum melawan Persipura, namun ditahan oleh manajemen Persela. Tapi hari ini manajemen justru mengumumkan perpisahan dengan Aji Santoso. (fak/ted)






