Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya menutup musim BRI Liga 1 2024/2025 dengan finis di peringkat ke-4 klasemen akhir. Di bawah asuhan pelatih Paul Munster, tim Bajol Ijo mencatatkan peningkatan signifikan dibandingkan musim sebelumnya yang hanya finis di urutan ke-12.
Capaian ini juga memastikan Persebaya lolos ke ASEAN Cup musim depan, menjadi kebanggaan tersendiri bagi para pendukung setia mereka. Namun, tak semua suporter merasa puas, termasuk Luqman Abdul Hakim, seorang Bonek asal kawasan Kupang, Surabaya.
“Perfoma Persebaya musim ini alhamdulillah masih di peringkat atas meski awalnya sempat memimpin klasemen meski tergeser, namun sempat beberapa ada kesempatan di posisi kedua tapi Persebaya belum bisa memanfaatkan,” ungkap Luqman, Senin (26/5/2025).
Ia menilai Persebaya menunjukkan performa positif di putaran pertama, bahkan sempat memuncaki klasemen. Namun performa itu menurun di putaran kedua, membuat tim kehilangan peluang emas untuk menempati posisi lebih tinggi.
“Memang di akhir putaran kedua kesempatan itu tidak begitu bagus namun hasil akhirnya tidak begitu jelek juga. Jadi kalau dibilang puas ya belum puas,” ujarnya.
Menurutnya, kebiasaan menurun di paruh akhir musim harus segera diatasi oleh tim pelatih dan manajemen. Apalagi, menurutnya, Persebaya cenderung tampil kurang konsisten saat bermain di kandang maupun di laga-laga penentuan.
“Salah satu penyakit Persebaya selalu terseok-seok di putaran ke-2,” lanjutnya.
Sebagai suporter, Luqman menekankan pentingnya konsistensi permainan untuk meraih gelar juara, bukan hanya sekadar finis di posisi empat besar. Ia berharap Persebaya mampu membenahi kelemahan yang masih terlihat sepanjang musim.
“Di bilang puas pastinya sebagai suporter pasti masih jauh dari kata puas dikarenakan tiap match masih membuat dag-dig-dug jantung oleh permainan Persebaya sendiri,” katanya.
Diketahui, Persebaya menutup musim dengan raihan 56 poin, hasil dari 15 kemenangan, 11 kali imbang, dan 8 kekalahan. Tim asal Stadion Gelora Bung Tomo ini memastikan tiket ke ASEAN Cup bersama tiga tim papan atas lainnya. [way/ian]






