Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya sepertinya masih bingung mengenai penggunaan Stadion Gelora Delta atau Gelora Joko Samudro untuk menjamu Bali United pada tanggal 20 Oktober 2023 mendatang.
Tim berjuluk “Bajol Ijo” ini lebih memilih untuk menjalani pertandingan tandang terlebih dahulu sebelum melakoni laga kandang di putaran kedua setelah Piala Dunia U17, demikian diungkapkan oleh Yahya Alkatiri, Manajer Persebaya.
Menurut Yahya, Persebaya akan menghadapi pertandingan tandang terlebih dahulu dan baru akan melangsungkan pertandingan kandang pada putaran kedua. “Kita sudah menukarkan jadwal pertandingan dengan Bali United, jadi kita akan menjadi tim tandang pada tanggal 20,” ujar Yahya.
Manajemen Persebaya telah mengirim surat kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk mengganti status pertandingannya dari kandang menjadi tandang, dan surat tersebut telah disetujui oleh pihak LIB serta klub Bali United.
Sehingga, pada tanggal 20 Oktober mendatang, Bali United akan menjadi tuan rumah saat menjamu Persebaya di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar.
Dalam surat yang dikirim oleh manajemen Persebaya kepada PT LIB, hanya pertandingan melawan Bali United yang mengalami perubahan status dari kandang menjadi tandang. “Bali United telah menyetujuinya, dan PT LIB telah mengeluarkan surat persetujuan,” tambahnya.
Yahya juga memastikan bahwa perubahan status ini hanya berlaku untuk pertandingan melawan Bali United, karena tim lain sudah menjalani pertandingan tandang. Sehingga, hanya Bali United yang bermain di kandang saat melawan Persebaya.
Sementara itu, untuk pertandingan melawan Persib Bandung pada tanggal 7 Oktober, Persebaya dipastikan masih dapat menggunakan Stadion GBT. “Sudah ada rapat koordinasi, dan kami akan bermain di Stadion GBT. Untuk masalah penjualan tiket dan kuota, silakan hubungi panitia pelaksana,” tutupnya. (way/kun)
BACA JUGA: Catur Seharusnya Tahu Kalau Persebaya Bukan Liverpool






