Surabaya (beritajatim.com) – Tanpa ada pamitan mundur, Manajemen Persebaya memberikan keputusan menyudahi Djajang Nurjaman sebagai pelatih usai skuad Bajul Ijo ditahan Madura United, 2-2.
Saat konferensi pers, Djajang Nurjaman telah memberikan clue kepada awak media, namun ia tak memberanikan diri untuk mengatakan diberhentikan oleh manajemen. Ia hanya menjawab keputusan mundur ia serahkan kepada manajemen.
“Saya siap mundur jika itu keputusan manajemen,”ucap Djanur saat konferensi pers usai pertandingan.
Namun nyatanya, manajemen memutuskan kontrak dengan Djanur terlalu dini, Djajang Nurjaman resmi diberhentikan setelah pertandingan melawan Madura United.
[berita-terkait number=”5″ tag=”persebaya”]
’’Evaluasi ini sudah disampaikan beberapa laga sebelumnya. Tapi, kami memberikan kesempatan kepada pelatih untuk memperbaiki performa tim. Dan, ternyata kami tak kunjung meraih hasil memuaskan,’’ kata Manajer Persebaya Candra Wahyudi.
Djanur sendiri menerima semua keputusan manajemen. Dia menyatakan bertanggung jawab atas performa Persebaya.
Coach Djanur sebenarnya pelatih yang bagus. Musim lalu, mengangkat performa Persebaya. Dari posisi Green Force terancam degradasi, namun akhirnya finis di posisi lima besar. Tahun ini, Djanur juga berhasil mengantarkan Persebaya menembus final Piala Presiden.
Karena itu, Persebaya tetap mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas sumbangsih Djanur. Manajemen menilai Persebaya perlu pelatih kepala baru untuk mendongkrak performa tim. Untuk tetap menjaga peluang juara.
Dalam beberapa pertandingan ke depan, Bejo Sugiantoro akan menjadi pelatih caretaker Persebaya. Manajemen dalam waktu secepatnya akan mengumumkan siapa pelatih kepala definitif. [way/kun]






