Surabaya (beritajatim.com) – Laga pamungkas melawan Dewa United di akhir kompetisi akan dijadikan penilaian Manajemen Persebaya bagi semua pemain apakah dipertahankan atau dilepas pada musim 2023-2024 mendatang.
Untuk itu, Pelatih Persebaya, Aji Santoso berharap semua pemainnya bisa tampil all out saat melawan Dewa United, Sabtu (15/4/2023) di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik. Dan yang terpenting, Alwi Slamat dkk tidak meremehkan calon lawannya itu.
Sebab seperti diketahui, saat ini mental pemain Persebaya sedang on fire pasca mengalahkan Arema FC. Namun, Aji meminta pemainnya menyudahi euforia itu dan fokus melawan Dewa United. Terlebih, saat ini Dewa United bukan tim yang pantas diremehkan meski posisinya ada di papan bawah klasemen.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/peristiwa/mbok-yem-pemilik-warung-di-gunung-lawu-magetan-turun-diangkut-tandu/
“Meski di papan bawah, Dewa United, tidak boleh diremehkan. Dan pada laga terakhir ini, saya ingin melihat mental pemain. Karena pertandingan terakhir ini juga jadi penilaian untuk pemain. Saya akan evaluasi dan berbicara dengan manajer dan manajemen setelah pertandingan terakhir, apakah layak dipertahankan atau tidak,” ungkap Aji.
Terkait gambaran kekuatan Dewa United, Aji menilai banyak perubahan. Bukan hanya pergantian pelatih, yakni Jan Olde Riekerink, tapi juga pemain baru, salah satunya Egy Maulana Vikri.
“Pasti ada perbedaan di putaran kedua ini, Dewa mendatangkan pemain baru seperti Egy Maulana. Sejak pergantian pelatih baru, ada satu perubahan gaya permainan bergaya Eropa, satu dua sentuhan dan mengalirkan bola cepat, ini yang harus diantisipasi. Pertandingan terakhir ini tidak boleh diremehkan, karena manajemen dan tim ingin tersenyum di hari lebaran,” ungkap Aji.
Saat ini, Persebaya berada di urutan 7 dengan 49 poin klasemen. Sedangkan Dewa United, berada di posisi 17 dengan 33 poin. (way/kun)






