Surabaya (beritajatim.com) – Pertandingan Team Launching melawan PSS Sleman menjadi momen spesial bagi pelatih Persebaya Surabaya, Eduardo Perez. Pasalnya, pelatih asal Spanyol ini pernah menjadi bagian dari tim berjuluk Super Elang Jawa sebelum berlabuh ke Bajol Ijo.
Eduardo, yang akrab disapa Edu, mengakui pertemuannya dengan PSS Sleman membangkitkan banyak kenangan meski kebersamaannya dengan klub asal Sleman itu terbilang singkat. “Ya, memang singkat, tapi aku ingat banyak hal baik tentang klub ini dan beberapa pemain yang sudah kukenal dan kukenal saat aku di sana,” ungkap Edu, Jumat (18/7/2025).
Edu yang kini berusia 48 tahun juga menyayangkan posisi PSS Sleman yang saat ini berada di kasta kedua Liga Indonesia. Menurutnya, tim yang bermarkas di Stadion Maguwoharjo tersebut adalah klub besar yang layak tampil di Liga 1. “Jadi, tentu saja, aku tahu ini klub yang besar,” katanya.
Eduardo pun menyampaikan harapannya agar PSS Sleman bisa segera kembali ke kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia. “Dan aku harap bisa segera kembali ke Liga Satu,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Eduardo pernah menjabat sebagai pelatih kepala PSS Sleman pada musim 2020/2021. Namun, lima hari sebelum kompetisi bergulir, ia memutuskan mundur dari posisinya. Keputusan mundur Eduardo, yang sebelumnya merupakan asisten pelatih Luis Milla di Timnas Indonesia, disebut-sebut terkait faktor teknis kepelatihan dan performa tim yang belum memuaskan saat itu. Kekalahan 0-2 dari Persib Bandung dalam laga uji coba menjadi salah satu alasannya.
Kini, bersama Persebaya, Eduardo siap membawa skuadnya tampil maksimal dalam laga Team Launching melawan mantan tim yang masih ia kenang dengan baik tersebut. [way/ian]






