Jakarta (beritajatim.com) – Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Fadli Ramadhanil menilai, para pemilih bakal lebih kritis dalam menentukan calon pemimpin. Mereka tidak akan mudah terbuai dengan janji-janji yang disampaikan saat kampanye.
Fadli mengatakan, para pemilih zaman sekarang akan melihat sosok yang punya ide dan siap eksekusi. Mereka lebih melihat pada gagasan apa yang ditawarkan seorang calon.
“Pemilih yang tahu, kemudian jalannya proses kontestasi akan mulai berpikir ide apa yang kita butuhkan untuk menyelesaikan persoalan bangsa dan siapa yang punya ide, dan akan kita uji,” ujar Fadli.
Berangkat dari sejumlah pemilu yang sudah berlangsung sebelum-sebelumnya, Fadli menerangkan biasanya partai politik maupun koalisi akan mengusung pasangan calon dulu, baru menawarkan gagasan. Belum ada parpol ataupun koalisi yang mengajukan sebaliknya, gagasan dulu baru calon.
Dia pun menyoroti langkah yang dijalankan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) terdiri dari Partai Golkar, PPP, dan PAN, yang menurutnya cukup baru. Fadli memaklumi langkah KIB merupakan kerjasama untuk mengumpulkan suara demi mencapai ambang batas presidensial.
“Dengan kemudian parpol berpikir dari awal mencalonkan paslon dan merumuskan ide bagaimana mereka bisa jalan bersama, harus dilakukan dari awal,” kata Fadli.
Namun demikian, kata dia, apapun cara yang dipakai baik menentukan capres atau gagasan dulu perlu didasarkan pada aspirasi rakyat. Semua parpol saat ini harus berpikir keras, mengingat para pemilih semakin kritis.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemilu-2024″]
“Semestinya dalam situasi sekarang harus berpikir, bahwa pemilih semakin paham dan tahu persoalan yang dihadapi bangsa, dan mereka mulai berpikir mereka akan melakukan apa,” ucap Fadli.
Sementara, politisi Partai Golkar, Emanuel Melkiades Laka Lena menyatakan partainya berkomitmen dalam mendukung gagasan. Salah satunya, gagasan Program Akselerasi Transformasi Ekonomi Nasional (PATEN).
“Golkar komitmen untuk mendukung gagasan PATEN,” kata dia.
Komitmen tersebut, kata Melkiades, sudah dibahas di internal Golkar untuk menjadi program kerja KIB. Seluruh kader, mulai pusat hingga daerah sudah sepakat dalam hal tersebut.
“Sudah dibahas bersama dalam pertemuan DPP Partao Golkar, DPD Partai Golkar I dan DPD Partai Golkar II se-Indonesia, juga Fraksi Partai Golkar DPR RI, Partai Golkar DPRD Provinsi dan Partai Golkar DPRD II se-Indonesia,” ucap dia.
Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, menyatakan PATEN menjadi visi dan misi dari KIB. Selain itu, jadi program andalan tiga parpol dalam menyukseskan tiga kunci kesejahteraan, Sekat Manusianya, Sehat Ekonominya, dan Sehat Buminya.
“Sampai hari ini belum ada parpol di luar KIB menawarkan program ke depan. Tidak Ada. Bahkan yang sudah melakukan pengumuman (capres) juga belum menyampaikan apa-apa,” ujar Airlangga dalam Temu Koordinasi Nasional KIB di Makassar [hen/beq]






