Surabaya (beritajatim.com) – Keragaman suku, agama, ras, dan budaya yang dimiliki Indonesia merupakan hal yang membanggakan sekaligus mengkhawatirkan. Jika keragaman tersebut disikapi dengan arif dan bijaksana sebagai sebuah warisan kekayaan yang mesti dilestarikan, maka Indonesia akan menjadi negara multikultur yang hidup damai dan rukun.
Sebaliknya, jika keragaman itu dipandang dengan angkuh dan fanatik untuk mempertajam perbedaan, integrasi bangsa akan terancam.
Hal tersebut disampaikan oleh Dheny Jatmiko, S.Hum., M.A. dalam Disemeninasi Hasil Penelitian Dampak Pelaksanaan Kegiatan Modul Nusantara Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya di Hotel Grand Dafam Signature Surabaya, Rabu (29/12).

Dheny menjelaskan bahwa dalam penelitiannya menemukan perubahan pengetahuan, sikap, dan prilaku pada mahasiswa yang mengikuti kegiatan modul nusantara.
“Mahasiswa yang mengikuti modul nusantara ini adalah mahasiswa-mahasiswa dari luar Jawa dengan latar budaya, agama, dan suku yang berbeda. Mereka mampu memahami keragaman tersebut secara positif, bahkan makin meningkatkan rasa toleransi dan menghargai perbedaan-perbedaan yang ada,” terang Dheny Jatmiko.

Modul Nusantara adalah bagian dari kegiatan perkuliahan bagi mahasiswa Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PPM) yang memilih Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya sebagai destinasi perguruan tinggi penerima. Modul nusantara Untag Surabaya didesain untuk memperkenalkan dan menunjukkan Surabaya sebagai kota pahlawan dengan masyarakat multikultur yang hidup dengan kedamaian.
Bersama dengan Eddy Wahyudi, S.H., M.Si sebagai dosen pengampu modul nusantara, Dheny menginformasikan Surabaya masa lalu, masa kini, dan rancangan masa depan dalam menghadapi keberagaman kebudayaan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”untag”]
Untag Surabaya Raih Hibah Dikti
Kegiatan diseminasi hasil penelitian ini merupakan rangkaian pelaksanaan hibah oleh Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dari sumber pendanaan Dikti melalui Program Bantuan Pendanaan Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan Pengabdian Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian dan Purwarupa PTS.
Dana hibah ini diraih oleh kepada Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya karena telah mampu menyelenggarakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).
Dana hibah sebesar Rp 1,8 miliar yang diterima Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya ini dialokasikan untuk tujuh penelitian tentang dampak pelaksanaan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka dan enam pengabdian kepada masyarakat berbasis hasil penelitian dan purwarupa. Hasil penelitian dan pengabdian diharapkan memberikan rekomendasi bagi pelaksanaan kegiatan MBKM di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. [but]






