Peristiwa

Warga Surabaya Mulai Resah Maraknya Bentrok Antar Geng

Bentrokan yang terjadi di Jalan Ahmad Yani, Surabaya sekitar Mapolda Jatim, Minggu (27/10/2019).(istimewa)

Surabaya (beritajatim.com) – Agnes Diah (30) warga Mulyorejo, Surabaya, mengaku miris dengan keberadaan Kota Surabaya akhir-akhir ini. Tercatat sudah tiga sampai empat kali dalam sebulan aksi bentrok terjadi di tempat umum.

“Yang pasti takut jika terus terjadi. Soalnya bentrok bisa saja memakan korban warga atau masyarakat umum,” katanya kepada beritajatim.com, Minggu (27/10/2019).

Tak hanya Agnes, Zega Erlangga Putra (19) warga asli Surabaya juga mengaku menyayangkan aksi para ormas atau geng pemuda kelompok tertentu yang bertindak anarkis.

Aksi main hakim sendiri seperti unjuk gigi atau kebolehan itu terasa menakutkan. Menurutnya, jika terjadi sebuah masalah antar kedua kubu harus diselesaikan secara bijak.

“Kalau perlu buat ring atau ikut saja kejuaraan agar tahu yang hebat dan dapat prestasi. Sebab bisa menjunjung nama kelompok, daerah dan negara kalau perlu,” tandasnya.

Menurut data beritajatim.com yang berhasil dihimpun, tercatat ada empat kali aksi kelompok tertentu dari yang hampir bentrok, berencana dan bahkan sudah bentrok di tempat umum.

Dua catatan diantaranya yakni dua kali penggagalan aksi bentrok dari genk anak-anak. Sedangkan dua bentrokan yang sudah terjadi yakni di Jalan A Yani sekita Mapolda Jatim, Minggu (27/10/2019) dan Warga Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri Surabaya digegerkan dengan penyerangan oleh sekolompok pemuda yang di duga dari perguruan silat, Rabu (9/10/2019) malam, sekitwr pukul 22.30 WIB.

Untuk kasus genk anak-anak di Surabaya sejauh ini sudah mulai kondusif karena kepolisia dan pemkot sudah berkolaborasi mengatasi kenakalan remaja ini. Sementara untuk dua kasus bentrok yang diduga antar ormas ini masih dalam proses penyelidikan.(man/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar