Peristiwa

Warga Duduksampeyan Tewas Disambar KA Maharani

Gresik (beritajatim.com) – Naas dialami Muchibin (45), warga asal Desa Samirplapan, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik. Muchibin yang nekat melintasi perlintasan kereta api saat mengendarai motor malah tewas disambar KA Maharani.

Saat itu, korban Muchibin mengendarai motor Yamaha RX King W 2613 KK. Korban sambil membawa tempat ikan yang ditaruh disamping kiri jok sepeda motornya. Sebelum tewas, korban diketahui akan pulang ke rumahnya di Desa Samirplapan. Korban melintasi perlintasan double track kereta api liar tanpa palang pintu di KM 201+3/4, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik.

Perlintasan yang lebarnya kurang dari satu meter itu tetap dilintasi oleh korban. Belum sempat melintasi rel, korban langsung disambar KA Maharani Semarang-Surabaya PP.

Usai disambar KA Maharani, motor milik korban terlempar ke arah barat kurang dari 10 meter. Bahkan, motor warna hitam itu bagian depannya tak berbentuk. Anehnya tempat menaruh ikan terbuat dari bambu yang masih utuh termasuk topi warna hitam milik korban.

Kapolsek Duduksampeyan Iptu Sugeng membenarkan adanya kejadian pengendara motor disambar KA Maharani. “Korban tertabrak karena nekad melintas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Apalagi di sepanjang lokasi kejadian itu berdiri tembok pembatas antara rel kereta api dan jalan raya,” ujarnya, Senin (3/08/2020).

Secara terpisah, Manager Humas Daop KAI 8 Surabaya, Suprapto mengatakan, korban berjalan dari arah timur ke selatan menuju tambak menyebrang di perlintasan kereta api tanpa palang pintu. “Saat melintas datang kereta api Maharani. Korban meninggal seketika dan sudah dievakuasi jenazahnya,” tandasnya. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar