Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Waktunya Mencicipi Pahit Legitnya Durian Merico Trawas Mojokerto

Kampung Durian di Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Bulan Februari hingga Maret, merupakan bulan dimana durian jenis Merico sudah mulai bisa dinikmati. Durian dengan rasa khas pahit legit ini hanya ada di Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Pasalnya, durian jenis Merico ini merupakan salah satu jenis durian khas Desa Duyung. Desa Duyung pun dikenal sebagai Kampung Durian di Kabupaten Mojokerto karena Anda akan menemui para pedagang Durian berjajar di depan rumah warga masing-masing.

Bahkan untuk menikmati durian di Desa Duyung, Anda harus berburu tempat. Tak hanya menikmati di teras tempat warga berjualan durian, namun juga di dalam rumah hingga dapur rumah warga. Ini lantaran banyaknya penikmat durian yang tak ingin menyia-yiakan waktu durian Merico panen.

Salan satu penjual durian jenis Merico yakni Benyamin (58). Bapak dua anak ini mengaku selain menjual durian, ia juga merupakan petani durian. Sejak tahun 2001, ia sudah bertanam durian di tanah seluas 1 hektar. Ada 120 pohon durian dengan berbagai jenis. Namun yang banyak dicari adalah durian jenis Merico.

 

“Ini pohonnya masih kecil, ada 35 buah sekali panen. Masak pohon, setelah panen dibawa ke rumah untuk dijual. Jenisnya Musangking, Bawor, Montong Lokal, Merico. Tapi yang paling banyak diminati jenis Merico katanya orang-orang yang beli, manis, legit, pahit,” ungkapnya, Sabtu (5/2/2022).

Kampung Durian di Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Suami dari Aminah ini menjelaskan, jika nama Merico diambil karena durian jenis ini bentuknya kecil mirip bumbu dapur Merico. Durian dengan daging agak kekuning-kuningan ini merupakan durian asli Desa Duyung. Durian jenis ini, hanya ada di bulan Februari hingga Maret.

“Panennya bulan Januari hingga Maret. Selain bulan itu ada, tapi bukan jenis Merico. Karena selain dari pohon sendiri, saya juga borong dari petani durian di Trawas. Bahkan saya kontrak. Sabtu-Minggu bisa sampai 300-400 buah, pembelinya dari Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Lamongan, Tuban,” katanya.

Benyamin pun memiliki omzetnya Rp15 juta sampai Rp16 juta saat Sabtu-Minggu. Untuk harga durian jenis Merica Rp25 ribu per buah atau Rp100 ribu untuk tiga buah. Sementara untuk durian jenis lain dengan ukuran besar Rp80 ribu. Sebagai petani durian, ia juga mengaku ada kendala.

 

Kampung Durian di Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

“Kendalanya di hama. Tupai dan burung kejut tapi kalau dilubangi tupai, daging rasanya masih manis, masih bisa dimakan. Tapi kalau dilubangi burung, rasanya kecut tidak bisa dimakan. Apalagi saat ini cuaca ekstrem, sering hujan jadi kwalitas dagingnya,” jelasnya.

Pedagang lainnya, Cicik (32) mengatakan, durian yang dijual di lapaknya merupakan durian dari beberapa desa yang ada di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. “Tidak hanya Duyung, ada dari Penanggungan. Dari banyak petani durian di Trawas,” ujarnya.

Cicik membenarkan, yang menjadi favorit di Desa Duyung adalah durian jenis Merico. Durian jenis ini memiliki bentuk kecil dengan rasa daging legit, pahit dan punel. Ia mengaku dari mulai awal berjualan, ia sudah menjual durian jenis Merico karena banyak dicari penikmat durian.

“Mulai Januari sudah mulai. Untuk bulan lain, ada jenis lain tapi durian jenis Merico tidak ada. Sekarang ini, mulai panen durian Merico. Harganya Rp100 ribu dapat tiga, memang kecil-kecil ukurannya. Kalau kecil banget ya, Rp100 ribu dapat empat buah,” tambahnya.

Kampung Durian di Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

 

Salah satu pembeli, Nur Alifah mengatakan, ia datang dari Sidoarjo khusus untuk menikmati durian khas Desa Duyung yakni durian Merico. “Sengaja jalan-jalan ke sini cari durian. Sering ke sini, bareng keluarga, teman-teman. Yang jenis Merico, enak, pahit, manit,” tuturnya. [tin]


Apa Reaksi Anda?

Komentar