Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Wajah Masjid Jami Al Baitul Amin Jember Berubah, Buah Nazar Istri Bupati Hendy Sembuh dari Sakit Keras

Wajah Baru Masjid Jami Al Baitul Amin Jember

Jember (beritajatim.com) – Wajah Masjid Jami Al Baitul Amin, Kabupaten Jember, Jawa Timur, kini berubah. Kubahnya bersalin warna menjadi kuning keemasan. Sudut-sudut masjid juga berhias pernak-pernik bernuansa kuning keemasan.

Hasin Syafrawi, Ketua Takmir Masjid Baitul Amin mengatakan, renovasi masjid masih separuh berjalan dan akan dilanjurkan setelah Idul Fitri. “Saya berharap minimal masjid ini bisa menjadi obyek wisata religi,” katanya, Senin (4/4/2022).

Hasin mengatakan, pembenahan dan perbaikan masjid tersebut dibiayai dari kantong pribadi Kasih Fajarini, istri Bupati Hendy Siswanto. “Sekitar tiga minggu lalu, saya diundang ke Pendapa Wahyawibawagraha oleh Bu Hendy. Beliau menyampaikan keinginannya untuk merenovasi Masjid Jami’ Al Baitul Amien, Biaya seluruhnya berasal dari dompet beliau sendiri, bukan dari APBD,” katanya.

Renovasi meliputi perubahan warna cat kubah, pintu masjid, lantai halaman masjid, pintu gerbang, pekarangan masjid, dan lain-lain. “Saat itu saya menyambut antusias. Alhamdulillah, sebagian sudah selesai,” kata Hasin.

Hasin sudah mengenal betul bagaimana keluarga Hendy Siswanto sebelum menjadi bupati. “Setiap Ramadan, kami panitia kegiatan Ramadan selalu memperoleh kiriman takjil dari beliau dan Keluarga Rien Collection (nama usaha bisnis Kasih Fajarini),” katanya.

Informasi yang diterima beritajatim.com, renovasi masjid tersebut merupakan pelaksanaan nazar atau janji Kasih Fajarini kepada Tuhan saat sakit parah. Hendy Siswanto membenarkan jika proyek renovasi tersebut untuk memenuhi nazar sang istri. “Tapi d luar itu, membiayai rehab dan mendirikan masjid sudah menjadi kegiatan rutin keluarga saya sejak 25 tahun lalu,” katanya.

Menurut Hendy, warna bernuansa emas dipilih untuk perwajahan masjid bukannya tanpa alasan. “Filosofinya kami berharap Jember ini sudah memasuki zaman keemasan. Ada semangat dan motivasi. Warna emas menjadi warna idola kita, penyemangat kita untuk segera bangkit, bergotong royong, bersama-sama dan bersatu,” katanya.

Warna emas sebenarnya juga identik dengan daun tembakau yang dijuluki ‘daun emas’. Jember adalah produsen tembakau, khususnya tembakau na oogst yang merupakan bahan pembuatan cerutu berkualitas ekspor.

Masjid ini termasyhur, karena pembangunannya pada 1970-an tak hanya dibiayai oleh pemerintah daerah pada masa kepemimpinan Bupati Abdul Hadi, namun juga dibiayai oleh masyarakat dengan cara menjual kaleng dan botol-botol bekas. “Harapan saya, mudah-mudahan Bapak Hendy Siswanto mampu mewarisi dan menjaga cita-cita luhur Bupati Abdul Hadi saat membangun masjid Al Baitul Amin ini,” kata Hasin. [wir/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar