Peristiwa

Video Pesepeda Tendang Seorang Remaja Hingga Tersungkur di Mojokerto Viral di Medsos

tangkapan layar rekaman CCTV.

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebuah video seorang remaja ditendang oleh seorang pesepeda di Kota Mojokerto hingga tersungkur viral di media sosial (medsos). Video berdurasi 2,51 menit tersebut diunggah oleh akun bernama Farida di salah satu grup Facebook (FB) pada, Senin (6/7/2020) kemarin.

Dalam postingan video tersebut diberikan caption, ‘aku gak trimo boss adek ku mok antemi kyok unu.. goes yo goes dalan e wong akeh… ws tk proses.. onk barang buktie pisan.. bek2e wong e elok grup iki ws ndang moro o ng omahku.. mompong drong polisi seng nyoket awkmu’.

(Saya tidak terima bisa adik saya kamu pukul seperti itu …. Gowes ya Gowes jalan orang banyak.. Sudah saya proses.. dan sudah ada barang bukti.. barang kali orang yang bersangkutan ikut dalam group ini segera datang ke rumah.. sebelum polisi yang datang menangkap kamu).

Tak hanya mengunggah video, akun Farida juga menyertakan lampiran surat pelaporan kepada pihak kepolisian yakni Polsek Magersari, Polresta Mojokerto akibat aksi penganiayaan yang dialami adik pelapor tersebut. Sudah ada 7.607 netizen yang membuka dengan 8.444 komentar.

Dalam video tersebut, terlihat seorang remaja berjaket hitam mendadak di dorong hingga tersungkur oleh tiga pria berseragam gowes. Dalam video tersebut juga nampak dua warga yang berusaha melerai. Tampak remaja tersebut berdiri dan datang seorang pria memakai sepeda angin berbaju merah.

Dia memutar sepeda anginnya dan menghampiri remaja tersebut kemudian menendang dan memukul hingga tersungkur. Aksi penganiayaan tersebut sempat menjadi perhatian warga serta pengendara yang melintas di lokasi kejadian. Namun setelah berhasil dilerai oleh warga, seorang pria membanting helm milik korban.

Pelaku saat itu masih tampak menunjukkan kemarahannya, lalu pergi begitu saja dari lokasi usai dilerai oleh warga. Aksi penganiayaan tersebut terekam camera CCTV dan video penganiayaan tersebut viral hingga mengundang banyak komentar oleh warganet yang menyayangkan aksi penganiayaan tersebut.

Salah satunya akun, M Kusaery Ery memberikan komentar di video tersebit dan menuliskan, ‘Buat apa berpenampilan pake baju mahal sepeda mahal tapi di jalan tidak santun dalam bersepeda pancal….Mending turuo nang omah gak Gawe mangkele wong’.

Sementara akun lain, Nina Salsabila menulis komentarnya, ‘Para gowes kalo dijalanan memang ngawur, koyok dalane dewe ae’.

Dari informasi yang didapat beritajatim.com, aksi penganiayaan terjadi terjadi di Simpang Tiga SMK Raden Patah Jalan Raya Mayjen Sungkono, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Aksi diduga terjadi karena para pesepeda tak terima setelah ditegur oleh korban.

Sementara itu, Kapolsek Magersari, Kompol Muhammad Sulkan membenarkan adanya laporan penganiayaan yang dialami oleh seorang remaja tersebut. “Iya ada, kemarin kita mendapatkan laporan itu, ini masih kita selidiki,” tegasnya, Selasa (7/7/2020). [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar