Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Usir Pagebluk Covid-19, Warga Pojok Kediri Gelar Ritual Bar’an

Ritual Bar'an oleh warga Desa Plemahan di Kecamatan Plemahan bersamaan dengan agenda penyambutan terhadap pergantian tahun hijriah atau dalam istilah Jawa satu suro.

Kediri (beritajatim.com) – Pagebluk Covid-19 sudah banyak merenggut korban jiwa. Untuk mengusir wabah mematikan tersebut, masyarakat satu desa di Kabupaten Kediri menggelar upacara adat.

Tradisi kuno tersebut mereka sebut dengan istilah Sedekah Bar’an. Ritual itu dilakukan oleh warga Desa Plemahan di Kecamatan Plemahan bersamaan dengan agenda penyambutan terhadap pergantian tahun hijriah atau dalam istilah Jawa satu suro.

Dalam upacara ini, puluhan warga di Dusun Pojok tampak berbondong-bondong membawa sedekah tumpeng. Ritual dipimpin oleh para tokoh masyarakat serta seseorang yang dianggap sesepuh desa.

Menurut Ki Budi, selaku tokoh warga, tradisi Bari’an sudah berjalan sejak zaman dahulu. Upacara itu dilakukan oleh nenek moyang warga saat manghadapi pagebluk yang tidak kunjung surut. Seperti halnya wabah corona yang sudah banyak merenggut korban jiwa dari seluruh penjuru dunia.

“Harapannya untuk meminta keselamatan dari sang Maha Pencipta Gusti Allah agar masyarakat Dusun Pojok khususnya terhindar dari penularan wabah pagebluk seperti yang terjadi saat ini,” kata Ki Budi.

Diakui Ki Budi, sebelum banyak warga setempat yang terpapar covid-19 dengan tangkat kematian yang tinggi. Bahkan, dalam satu hari pernah ada empat orang warga Dusun Pojok yang meninggal dunia akibat terenggut virus corona.

Melalui upacara Barli’an, imbuh Ki Budi, masyarakat berharap seluruh kala atau virus yang menyelimuti Dusun Pojok segera berlalu. Mereka meyakini, apabila ritual yang dilakukan bakal segera menjemput datangnya masa yang bersinar.

“Sekarang ini adalah akhir dari windu sengoro atau masa dimana banyak kesengsaraan. Kemudian akan segera menuju ke windu sancoyo. Menjadi windu yang bersinar. Nanti harapan masyarakat supaya kehidupannya semakin bagus dan pagebluk bisa segera berakhir,” pintanya.

Upacara Tradisi  Bari’an sedekah tumpengan kali ini kebetulan juga bersamaan dalam rangka menyongsong datangnya bulan suro yaitu tahun baru hijriah bagi umat muslim. [nm/ted].


Apa Reaksi Anda?

Komentar