Peristiwa

Tetenger Masa Kecil Soekarno di Kota Mojokerto, Pemkot Bangun 7 Tugu Prasasti

Salah satu tujuh prasasti yang dibangun Pemkot Mojokerto di Alun-alun. [Foto : ist]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Mojokerto membangun tujuh tugu prasasti. Tugu setinggi kurang lebih 2 meter tersebut dibangun sebagai tetenger (penanda) masa kecil Presiden pertama RI, Soekarno yang dihabiskan di Kota Mojokerto.

Tujuh prasasti tersebut dibangun dengan corak keemasan. Tujuh titik lokasi tugu prasasti tersebut yakni di Jalan Gajah Mada, Jalan Residen Pamuji, Jalan Empunala, kompleks kantor Pemkot Mojokerto, SDN Purwotengah, SMPN 2 Mojokerto, dan Alun-alun Kota Mojokerto.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto, Amin Wachid mengatakan, tujuh tugu tersebut didirikan di tempat yang memang Koesno (panggilan Soekarno kecil, red) pernah berada di situ. “Sehingga ini menjadi tapak tilas dari perjalanan Soekarno selama tinggal di Kota Mojokerto,” ungkapnya, Selasa (3/1/2023).

Mulai dari rumah, tempat pendidikan, hingga tempat-tempat bermain saat Soekarno kecil. Prasasti yang dibangun di sudut persimpangan Jalan Gajah Mada, serta Jalan Residen Pamuji, merupakan lokasi rumah tinggal yang disewa keluarga Soekarno semasa tinggal di Kota Mojokerto.

“Prasasti ini dibangun sebagai penanda agar masyarakat bisa lebih paham bahwa di Jalan Gajah Mada ini pernah menjadi rumah tinggal Soekarno dan keluarganya pada tahun 1907 hingga 1910. Di Jalan Residen Pamuji juga pernah menjadi rumah tinggal Soekarno pada tahun 1910 sampai 1917,” terangnya.

Prasasti yang sama juga didirikan di area kompleks kantor Pemkot Mojokerto. Di masa kolonial, kawasan tersebut merupakan sebuah lapangan yang bernama Lapangan Barakan. Lapangan Barakan ini menjadi tempat bermain Soekarno kecil bersama teman-teman sebayanya.

“Selain di tiga lokasi tersebut, prasasti juga dirikan di area Pemandian Sekarsari. Dulunya, lokasi tersebut merupakan salah satu dari lima sungai buatan atau kanal guna mengalirkan air yang menggenangi Kota Mojokerto, sungai ini menjadi salah satu tempat favorit Soekarno dan teman-teman pribuminya untuk bermain,” jelasnya.

Prasasti tetenger juga didirikan di dua sekolah yang menjadi tempat mengenyam pendidikan Presiden pertama RI. Yakni SDN Purwotengah atau dulu dikenal sekolah sebagai sekolah ongko loro. Kemudian, Soekarno pindah untuk menuntaskan pendidikan setingkat sekolah dasar di Europe Lagere School (ELS) atau kini menjadi SMPN 2 Mojokerto.

“Sementara prasasti terahir berada di kawasan Alun-Alun. Lokasi ini dulunya menjadi jujugan Soekarno untuk bermain waktu kecil. Harapannya prasasti-prasasti ini bisa menjadi bagian mewujudkan Kota Mojokerto sebagai kota wisata berbasis sejarah dan budaya,” pungkasnya. [tin/beq]

Apa Reaksi Anda?

Komentar