Peristiwa

Survei ARCI: Elektabilitas Bupati Faida Terjun Bebas

Petahana Pilkada jember Faida dan penantangnya Hendy Siswanto

Jember (beritajatim.com) – Elektabilitas Bupati Faida mengalami penurunan jelang pemilihan kepala daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, tahun ini. Hendy Siswanto mengancam di posisi kedua.

Lembaga survei Accurate Research and Consultant Indonesia melakukan dua kali survei di Jember, yakni pada 24-30 Juni dan 14-20 Agustus. “Hasilnya ternyata dari yang pertama, incumbent ini seperti terjun bebas. Elektabilitasnya menurun sangat siginifikan,” kata Direktur Accurate Research and Consultant Indonesia Baihaqi Siraj, Sabtu (29/8/2020).

Pada survei pertama, elektabilitas Faida 34,05 persen. “Kemudian pada survei tanggal 14-20 Agustus, tinggal 26,05 persen,” kata Baihaqi.

Menurut Baihaqi, ada banyak faktor. “Kemarin pemilih yang belum menentukan, karena sudah mendekati (Hari-H) pemilihan, banyak yang sudah menentukan,” katanya.

Bupati Faida memang masih kuat. “Tapi di lapangan tidak sekuat yang dibayangkan para pemain (politik) di lapangan,” katanya. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Bupati Faida hanya sekitar 40 persen.

Menurut Baihaqi, tidak secara otomatis bahwa jika ada lebih dari dua calon bupati, maka petahana akan menang. “Bahkan kalau seandainya terjadi empat calon, peluang Faida kalah itu lebih besar,” katanya.

Direktur Accurate Research and Consultant Indonesia Baihaqi Siraj

Berdasarkan survei terakhir Arci, Hendy Siswanto berada posisi kedua dengan tingkat elektabilitas 24,92 persen. Namun, Baihaqi mengatakan, jumlah pemilih Hendy cenderung stagnan dan tidak meningkat. “Yang sangat menarik Pak Djoko Susanto. Awalnya sekitar 10 persen, tapi kemudian elektabilitasnya 23,48 persen,” katanya.

Dengan demikian, Baihaqi menyatakan, ada tiga calon bupati yang bersaing ketat, yakni Faida, Hendy Siswanto, dan Djoko Susanto. “(Disparitas elektabilitas mereka) sangat tipis, masih dalam rentang margin error. Kami melakukan survei terhadap 400 persen, dengan margin error lima persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen,” katanya.

Baihaqi menegaskan, bahwa siapapun pasangan calon wakil bupati yang digandeng kandidat bupati tidak terlalu berpengaruh. “Tapi yang harus diakomodasi oleh para calon adalah tokoh agama,” katanya. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar