Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Puncak Kemarau, Waspadai Karhutla dan Kekeringan

Simulasi penanganan kebakaran hutan. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau sampai puncaknya bulan September ini. Untuk itu, masyarakat harus siap untuk melakukan antisipasi dari dampaknya. Yakni kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan kekeringan yang mulai melanda beberapa wilayah di Ponorogo.

Kepala bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Setyo Budiono mengungkapkan dalam kurun waktu 2 bukan terakhir sudah terjadi 4 kali kebakaran hutan dan 5 kali kejadian rumah kebakaran. Selain itu kekeringan juga sudah melanda Desa Duri di Kecamatan Slahung Ponorogo. Pihaknya, sudah menyalurkan air bersih ke sana. Pengirimannya 2 kali dalam seminggu dengan kapasitas 12 ribu liter air sekali kirim.

“Dampak musim kemarau sudah dirasakan sejak 2 bulan lalu. Ada kejadian kebakaran hutan dan rumah, serta akhir-akhir ini kekeringan melanda Desa Duri Kecamatan Slahung,” kata Budi sapaan akrab Setyo Budiono, Kamis (23/9/2021).

Sebagai kesiapan antisipasi bahaya dampak kemarau yang terjadi, Kodim 0802 Ponorogo bersama instansi terkait, meliputi BPBD, Polres, Dinsos, Perhutani, dan relawan desa melakukan apel kesiapan kebakaran hutan dan lahan. Apel kesiapan dan dilanjutkan simulasi penanganan kebakaran hutan dilaksanakan di Desa Tugurejo Kecamatan Slahung.

“Kodim 0802 bersama dengan BPBD Ponorogo dan instansi terkait lainnya hari ini menggelar apel kesiapan dan simulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan,” katanya.

Berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, ada beberapa kecamatan di Ponorogo yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan. Yakni di Kecamatan Badegan, Slahung, Sampung, Sambit, dan Balong. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kebakaran terjadi, swlain faktor alam juga dipicu oleh faktor kelalaian manusia.

“Faktor alam contohnya angin yang cukup kencang. Sedangkan faktor manusia contohnya pembersihan lahan dengan membakar sampah, namun tidak ditunggu malah ditinggal pulang. Nah, itu bisa memicu kebakaran,” katanya.

Sementara itu, Pasiter Kodim 0802 Ponorogo, Kapten Arm Sutami Pena mewakili Dandim Letkol Inf Muhammad Radhi Rusin, di lokasi apel mengatakan bahwa tujuan dilaksanakan kegiatan ini, utamanya untuk memelihara kesiapsiagaan dan meningkatkan kemampuan satuan terkait penanggulangan bencana.

“Kita semua tidak mengharapkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun demikian, kita juga jangan terlena dengan keadaan,” kata Pasiter Kodim 0802/Ponorogo.

Dia juga menyampaikan bahwa dengan selalu waspada serta tekun belajar dan berlatih tentang kesiapsiagaan, maka bilamana sewaktu – waktu dibutuhkan, dapat melaksanakan tugas dengan cepat, tepat dan sesuai protap yang ditentukan.

“Dengan digelarnya simulasi ini, diharapkan senantiasa memiliki kesiapsiagaan dan kemampuan baik personel maupun materiil sehingga apabila sewaktu – waktu digerakkan mampu melaksanakan tugas dengan cepat, tepat serta terkoordinir dengan baik, ” pungkasnya. (end/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar