Peristiwa

PSRS Kembali Kirim Bantuan di Daerah Bencana

Surabaya (beritajatim.com) – Perkumpulan Saudara Rantau Sumatera Utara (PSRS) di Surabaya dan Jawa Timur berusaha gerak cepat mengumpulkan donasi bantuan bila ada bencana. Terbaru, Kamis (15/4/2021), PSRS mengirimkan bantuan untuk korban bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Budianto Ciawi, Wakil Bendahara PSRS, mengatakan, donasi bantuan yang dikirim Kamis kemarin merupakan yang kedua.

“Bantuan berupa 4.000 bungkus mie instan dan 2.000 kaleng ikan sarden,” kata Budianto, Jumat (16/4/2021).

Bantuan kedua ini dikirim bersama dengan bantuan lainnya dari Pemprov Jatim dan pihak lain yang pelepasan keberangkatan dihadiri Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, bersama Pangdam V Brawijaya, Mayjend TNI Suharyanto, Panglima Koarmada II Laksamana Muda I N G Sudihartawan, dan Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta Karo-Karo. Diangkut dengan KRI Tanjung (Tj) Kambani 971.

“Sedangkan donasi yang pertama telah kami serahkan ke lokasi juga melalui Lantamal V Surabaya, yang diangkut dengan KRI Semarang 594 pada Minggu (11/4/2021) lalu,” akunya.

Eddy Widjanarko, Ketua Umum PSRS, menambahkan, bentuk bantuan pertama, berupa beras 400 sak masing masing ukuran 5 kg.

“Selain bantuan sembako, beras, mie dan sarden yang dikirimkan melalui kapal, secara sukarela terkumpul juga sumbangan uang dari alumni RK Santo Thomas Medan Angkatan 81 sebesar Rp 30 juta,” jelas Eddy.

Bantuan uang tunai, langsung ditransfer ke Keuskupan Larantuka untuk membeli keperluan tenda untuk pengungsi dan keperluan makan minum serta kebutuhan sembako yang dikelola oleh Keuskupan.

Lebih lanjut, Eddy menyebutkan, bila PSRS di tahun ini telah lakukan beberapa kegiatan sosial. Sebelumnya, bantuan juga diberikan melalui KRI ke Palu dan dengan kapal KRI juga bantuan untuk Kalsel dan Sulteng.

“Sebagai warga masyarakat Jatim yang peduli, kami selalu siap setiap saat dan bantuan sudah berkali kali dilakukan sejak 5 tahun terakhir, baik bantuan untuk korban meletusnya Gunung Sinabung, korban Bom Surabaya, bantuan anak anak yatim, dan donatur tetap panti panti asuhan,” tandas Eddy. [rea/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar