Magetan (beritajatim.com) – Praka Dwi Bekti Probo Siniwoko, anggota TNI dari Yonif Kostrad 411/Pandawa asal Desa Sambirejo, Jiwan, Madiun gugur dalam kontak senjata dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua, pada Minggu (26/11/2023).
Praka Dwi Bekti meninggalkan seorang istri, Dita Kurnia Putri (27) dan bayi laki-laki berusia 1 bulan. Dita mengaku sangat terpukul dengan kepergian suaminya. Dia hanya bisa menangis di rumah orang tuanya, Nuryahman (60) di Desa Tegalarum, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan.
“Saya pertama kali mendapat kabar dari kakak kalau suami saya gugur. Saya masih hamil 5 bulan saat dia berangkat ke Papua. Sekarang anak kami sudah berusia 1 bulan, tapi belum pernah bertemu bapaknya,” kata Dita saat ditemui di rumah orang tuanya, Senin (27/11/2023).
Dita mengatakan, suaminya terakhir kali menghubunginya pada Kamis (23/11/2023) sore untuk pamit berangkat tugas masuk ke hutan.
BACA JUGA:
Warga Magetan Akhiri Hidup Karena Miskin, Sadarkan Pemkab untuk Pelototi Soal Psikologis
“Dia sempat video call anak kami. Dia bilang, ‘Doakan bapak ya nak, nanti jaga mamah’,” kata Dita.
Rencananya, jenazah Praka Dwi Bekti akan dibawa melalui jalur darat dari Lanud Adisumarmo, Solo, menuju Magetan. Selanjutnya, jenazah akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Madiun.
BACA JUGA:
Pemkab Magetan Akui Gedung Kesenian Tripandita ‘Seram’, Butuh Rehab
Gugurnya Praka Dwi Bekti menambah daftar panjang prajurit TNI yang gugur dalam tugas di Papua. Sampai saat ini, sudah ada ratusan prajurit TNI yang gugur dalam kontak senjata dengan KKB.
Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk menyelesaikan konflik di Papua secara damai. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. [fiq/beq]






