Peristiwa

Polres Malang Tetapkan 3 Orang Tersangka Carok di Desa Klepu

Tiga orang tersangka carok di Desa Klepu, di gelandang Anggota Kepolisian Resor Malang, Rabu (3/2/2021). Foto : Brama Yoga/Beritajatim com.

Malang (beritajatim.com) – Kepolisian Resor Malang menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus carok di Dusun Sumbergentong, Desa Klepu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Ketiga tersangka itu atas nama Toyib (50), Samsul Hadi (46) dan Sukarman (62).

Tiga orang tersangka ini masih satu kerabat dan tinggal di dusun serta desa setempat. Toyib saat kejadian bekerja sebagai Kepala Dusun Sumbergentong, Desa Klepu. Sementara Samsul Hadi yang juga adik kandung Toyib, menjabat Ketua BPD Klepu. Sedang Sukarman merupakan saudara ipar dari Samsul.

Atas perbuatannya, ketiga orang ini dikenai pasal berlapis. Yakni pasal 340 tentang pembunuhan berencana. Pasal 338, Pasal 170 ayat 3 dan Pasal 351 ayat 3. Dimana ancaman hukumannya, terendah adalah 15 tahun penjara serta tertinggi dihukum seumur hidup atau hukuman mati.

“Kita kenakan pasal berlapis. Termasuk disini ada pasal pembunuhan berencana. Karena tersangka sudah menyiapkan celurit dari rumah,” ungkap Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, Rabu (3/2/2021) dalam konfrensi persnya.

Hendri memaparkan, sebelum kejadian, kubu tersangka dengan korban meninggal dunia Mujiono dan Irwan Ashari (Bapak-Anak, red), sudah lama berselisih paham.

“Sebelumnya yakni Mujiono ini pernah menjadi Kepala Dusun juga. Tapi tersangkut pidana kasus pemerasan dan dipenjara dua tahun. Kemudian pihak desa memilih ulang dan terpilihlah saudara Toyib. Selepas keluar dari penjara, Mujiono meminta bagian tanah bengkok seluas setengah hektar. Disinilah permasalahannya,” tegas Hendri.

Pada saat korban sedang membersihkan tanaman tebu, kemudian di datangi tersangka hingga terjadi carok tersebut. “Ketika sedang membersihkan tanaman tebu, tersangka melempari batu kearah korban. Kemudian duel dan terjadi saling serang menggunakan celurit,” beber Kapolres Malang. (yog/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar