Peristiwa

Polisi Kesulitan Ungkap Kasus Pembunuhan Karyawan Sosis Sidoarjo

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Tidak sampai 24 jam, kasus pembunuhan karyawan pabrik di Pasuruan, Vina Aisyah Pratiwi (21) yang mayatnya dibuang Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo Dusun Pacet Selatan, Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Rabu (24/6/2020) berhasil diungkap Polres Mojokerto.

Namun kasus pembunuhan serupa di Desa Tinggar Buntut, Kecamatan Bangsal hingga kini belum terungkap. Padahal, mayat karyawan pabrik sosis di Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo di area pesawahan tanah bengkok tersebut ditemukan, pada 13 Juni 2020 lalu. Mayat Muhammad Ridwan (38) ditemukan dalam kondisi luka tusuk di bagian perut.

Di lokasi sejumlah barang bukti. Di antaranya, Kartu Tanda Penduduk (KTP), uang tunai sebesar Rp 261 ribu, carger Handphone (HP), Surat Tansa Nopol Kendaraan (STNK) motor nopol W 6078 BE serta sejumlah kartu identitas korban dan keluarganya. Korban diketahui merupakan warga Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Rifaldhiy Hangga Putra mengatakan, pihaknya masih menggali informasi dan tim masih melakukan pelacakan. “Perkembangan belum ada. Keluar pabrik memang pas jam istirahat dan tidak kembali lagi. Keterangan, petunjuk dan saksi,” ungkapnya, Senin (29/6/2020.

Masih kata Kasat, lokasi penemuan mayat di Tanah Kas Desa (TKD) atau tanah bengkok Desa Tinggar Buntut tersebut diduga menjadi lokasi pembuangan sehingga mayat korban ditemukan warga. Namun hal tersebut berbeda dengan pernyataan Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander.

Kapolres mengatakan, jika lokasi tersebut merupakan Tempat Kejadian Perkara (TKP). “TKP seketika itu terjadi, bukan tempat pembuangan. Karena tindak pidana locusnya di sana, ya tempat kejadiannya dan di sana lah tempat kejadian perkaranya,” tegasnya.

Ia meminta doa dan jika memang ada yang informasi terkait kasus pembunuhan tersebut, pihaknya akan dengan senang menerimanya sebagai bahan tambahan untuk menggali informasi. Namun pihaknya tetap terus berupaya untuk mengungkap kasus pembunuhan korban bapak satu anak tersebut.

“Tetap mohon doanya teman-teman, sekaligus mana kala ada informasi tambahan yang bisa kami serap dalam rangka penyelidikan. Kita akan terbuka dan kita akan bisa menampung segala informasi tersebut. Untuk golnya cukup jelas berupaya kami secara maksimal untuk melakukan pengungkapan kejadian di Bangsal,” katanya

Kapolres mengaku, semua kasus tak hanya pembunuhan banyak kesulitan dan kendalanya. Namun pihaknya akan tetap berusaha secara maksimal untuk mengungkap kasus pembunuhan dengan luka di bagian perut mirip sayatan benda tajam hingga menyebabkan usus korban terurai keluar tersebut.

“Kesulitannya semua banyak, semuanya pasti ada kesulitan. Tapi tim kami masih berusaha maksimal, tidak ada kata sulit. Namun kita tetap akan berusaha. Hasil otopsi jelas itu hasil pembunuhan, ada penusukan di perut. Namun tim bergerak juga, mudah-mudahan kami juga bisa ungkap,” pungkasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar