Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Polisi Akan Tetapkan Pelaku Pungutan Liar di Cheng Hoo Pasuruan

Kanit Tipikor Satreskrim Polres Pasuruan Iptu Wachid S Arief

Pasuruan (beritajatim.com) – Unit Tipikor Satreskrim Polres Pasuruan, memastikan kasus dugaan pungutan liar (pungli) Pasar Wisata Ceng Ho berjalan. Terbukti sejumlah pengurus paguyupan dan dinas terkait diperiksa oleh penyidik.

Dalam pemanggilan pertama kepala paguyuban Khoiron, beserta staffnya dipanggil oleh Kanit Tipikor Satreskrim Pelolres Pasuruan. Menurut Khoiron pemanggilan ini terkait pungutan liar yang dilakukan oleh anggotanya.

“iya benar saya bersama jajaran sudah dipanggil oleh polisi. Pemanggilan ini terkait pungutan liar yang ada di Pasar Wisata Cheng Hoo,” ucapnya saat dihubungi melalui televon.

Membenarkan hal itu Kanit Tipikor Satreskrim Polres Pasuruan Iptu Wachid S Arief telah memanggil kepala paguyuban. Menurut Wachid kasus ini masih terus berjalan.

“Untuk kasus itu (pungli pasar ceng ho) masih berjalan. Apabila ditemukan indikasi pungli tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka,” kata Wachid S Arief pada awak media, Kamis (27/1/2022).

Lain tempat, Subekti Utomo Kasi Perkembangan Dalam Negeri Disperindag Kabupaten Pasuruan menjelaskan tariakan yang terjadi di Pasar Wisata Ceng Hoo tidak ada payung hukumnya. Artinya, tarikan tersebut ilegal. “Itu sudah saya sampaikan ke penyidik saat saya diperiksa,” akunya.

Ia menyayangkan terjadi penarikan berkedok iuran kepada para pedagang asongan maupun durian. Seharusnya sebelum melakukan penarikan kepada para pedagang. Pengurus paguyupan harus mempunyai payung hukum.

“Tidak asal main tarik saja. Kalau terjadi tindak pidana siapa yang harus bertanggung jawab,” cetusnya. (ada/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar