Peristiwa

Pengakuan Demonstran di Malang, Rusak Bus Polisi Karena Kesal

Polresta Malang Kota saat menangkap 129 demonstran di kawasan Alun-alun Tugu, Kota Malang.

Malang (beritajatim.com) – Polresta Malang Kota mengungkapkan, hasil pemeriksaan kepada tersangka pengerusakan bus Polres Batu, AN (21 tahun) warga Wagir, Kabupaten Malang. AN mengaku kesal dengan polisi. Pengerusakan bus itu dilakukan saat demo menolak UU Omnibus Law Ciptaker di Kawasan Alun-alun Tugu, Kota Malang, pada Kamis, (8/10/2020) lalu.

“Dia terprovokasi karena melihat ada ramai-ramai. Hasil pemeriksaan dia kesal dengan petugas (polisi). Dia meluapkan emosi dengan melempar. Merusak bagian sebelah kiri kaca pakai batu, pengakuannya berkali-kali sama melempari petugas (polisi),” papar Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu, Selasa, (13/10/2020).

AN mengaku mengetahui ajakan demonstrasi dari postingan di media sosial. Kemudian pada saat demonstrasi dia diajak istinya untuk melihat unjuk rasa di kawasan Alun-alun Tugu, Kota Malang. Setibanya di lokasi situasi tak terkendali. Demonstran terlibat bentrok dengan polisi.

AN yang terprovokasi, akhirnya terpancing emosi untuk ikut merusak bus milik polisi. Dia juga melempari polisi yang berjaga dengan batu. Sementara, istrinya diminta untuk pulang sendiri sambil membawa motor yang mereka bawa.

“Dia tidak paham (Omnibus Law), dia mengaku tidak tahu terkait apa demonstrasinya cuma karena emosi dan diluapkan lah. Itu hanya karena tidak suka saja (kepada polisi),” ucap Azi.

Dari hasil pemeriksaan, AN diketahui tidak terafiliasi dengan kelompok manapun. Dia murni datang karena melihat postingan ajakan unjuk rasa. Akibat perbuatanya, AN dijerat dengan pasal 170 subsider pasal 406 KUHP tentang pengerusakan terhadap orang atau barang dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

“AN bukan dari kelompok mana, dia ikut demo karena melihat postingan aja. Terus jalan ke sini sama istrinya ke tempat demo (di Kawasan Alun-alun Tugu, Kota Malang) istrinya yang mengajak lihat demo. Jadi dia tidak masuk ke kelompok-kelompok dia memang sendiri. Saat ricuh istrinya di tinggal terus istrinya naik motor sendiri pulang,” tandas Azi. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar