Mojokerto (beritajatim.com) – Ratusan anggota Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa melakukan unjuk rasa di halaman Mapolresta Mojokerto. Aksi tersebut dilakukan buntut dari dengan lambannya penanganan kasus pengeroyokan anggota Pagar Nusa oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) beberapa waktu lalu.
Ratusan anggota Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa ini datang dari beberapa wilayah di Kabupaten Mojokerto dan sekitar. Ratusan massa yang ditemui Waka Polresta Mojokerto Kompol Sarwo Waskito dan Kasat Reskrim Polresta Mojokerto AKP Rizki Santoso langsung menyampaikan aspirasinya.
Dengan memakai atribut Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa, ratusan orang dengan tertib duduk di halaman Mapolresta Mojokerto mendengarkan perwakilan massa menyampaikan aspirasinya kepada pihak kepolisian. Massa meminta agar kasus tersebut segera ditindak tegas.
Dalam kesempatan tersebut, Kasat Reskrim Polresta Mojokerto AKP Rizki Santoso menyampaikan sejauh mana proses penanganan kasus pengeroyokan tersebut. Setelah mendengar keterangan tersebut, massa aksi langsung membubarkan diri dengan tertib dengan arahan pihak kepolisian.
[berita-terkait number=”3″ tag=”demo-mojokerto”]
Dalam proses unjuk rasa tersebut, Jalan Bhayangkara depan Polresta Mojokerto ditutup satu jalur. Arus lalu-lintas kembali normal setelah ratusan anggota Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa membubarkan diri dan meninggalkan Mapolresta Mojokerto dengan menggunakan kendaraan roda dua.
Juru bicara Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa, Saifullah (18) mengatakan, kedatangannya ke Mapolresta Mojokerto untuk meminta kejelasan terkait penanganan kasus yang dialami oleh salah satu anggota Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa Ranting Kemlagi, Agung Dwi S.
“Kejadiannya sekitar dua bulan lalu di Desa Mojokusumo, Kemlagi. Korban saat latihan tiba-tiba di serang oleh oknum tidak dikenal, kita latihan tiba-tiba datang oknum tidak dikenal datang merampas, menghajar. Korban satu orang, korban dianiaya dan dirampas identitas,” ungkapnya, Jumat (30/12/2022).
Masih kata Saifullah, korban mengalami cedera di kepala dan beberapa bagian tubuh. Pihaknya tidak bisa memastikan dari kelompok mana atau golongan apapun. Dari hasil pertemuan, lanjut Saifullah, pihak kepolisian meminta agar massa aksi tenang.
“Katanya sudah sampai penelusuran terkait dengan TKP. Kejadian sekitar jam 11-12 malam, posisi masih latihan kemudian datang sekitar 4 orang dan mengeroyok korban karena latihan sendiri. Kami diminta menunggu secara damai meski jiwa muda untuk menuntut keadilan,” ujarnya.
Namun pihaknya harus mentaati hukum yang berlaku di Negara Indonesia. Harapannya Polri bisa mengusut tuntas kasus tersebut dan bisa memberi titik terang terkait kasus tersebut. Polri bisa menjadi pengayom sebagai rakyat sipil.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, AKP Rizki Santoso mengatakan, jika perkembangan kasus pengeroyokan yang dialami anggota Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa, Agung Dwi S sudah ditangani oleh Polresta Mojokerto.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pagar-nusa”]
“Penyelidikan perkara pengeroyokan anggota Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa sudah kami maksimalkan. Dari penunjuk CCTV baik yang ada di TKP masjid maupun CCTV yang ada di sepanjang jalan, sudah kami telusuri. Saksi yang kami periksa ada 10 orang,” jelasnya.
Masih kata Kasat, baik saksi yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) maupun saksi yang ada di luar TKP, termasuk juga dengan terduga pelaku. Namun dari keterangan korban setelah ditunjukan terduga pelaku, lanjut Kasat, korban belum yakin terduga pelaku adalah pelakunya.
“Dari korban sempat menyebut beberapa terduga pelaku, kami klarifikasi dan kami panggil yang bersangkutan dan kami tunjukkan ternyata dari korbannya belum yakin terduga pelaku adalah pelakunya. Karena saat kejadian minim saksi,” jelasnya.
Kasat menjelaskan, kendala saat ini belum ada petunjuk pasti terkait pelaku karena saat kejadian pelaku menggunakan masker. Sehingga pihaknya belum bisa menyimpulkan siapa pelaku dalam aksi pengeroyokan tersebut. [tin/suf]







