Peristiwa

Pamit Cari Ikan, Nelayan Lamongan Ditemukan Meninggal Tenggelam

Evakuasi nelayan tenggelam
Nelayan Paciran Lamongan yang dievakuasi, akibat meninggal tenggelam saat mencari ikan perairan Lamongan, Minggu (8/1/2023).

Lamongan (beritajatim.com) – Teguh Raswanto (40), nelayan asal Desa Tunggul, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, ditemukan dengan kondisi tak bernyawa akibat tenggelam di perairan pantura Lamongan, Minggu (8/1/2023).

Berdasarkan keterangan yang dihimpun beritajatim.com dari masyarakat setempat, sebelumnya korban diketahui berangkat untuk mencari ikan di tepian pantai sekitar pukul 14.00 WIB, pada Sabtu (7/1/2023) kemarin.

“Korban Raswanto merupakan nelayan kemplong atau jaring pinggiran yang menjari ikan tanpa perahu. Ia menangkap ikan pakai jaring keplak,” ujar Ketua Rukun Nelayan Tunggul Kecamatan Paciran, Ainur Rofiq saat dikonfirmasi.

Rofiq menjelaskan, usai mencari ikan, sebenarnya korban hendak menepi ke daratan. Tetapi sekitar pukul 16.00 WIB hingga jam 17.00 WIB, korban tak kunjung pulang. Sehingga, diperkirakan korban telah tergulung ombak kala itu.

“Pada waktu itu dan jam itu angin mulai kencang, ombak juga besar dan hujan lumayan lebat. Kemungkinannya, saat hendak menepi itulah tiba-tiba datang angin kencang dan gelombang laut naik, yang mengakibatkan korban terseret ombak ke tengah dan dinyatakan hilang,” terangnya.

Atas kejadian ini, Rofiq menambahkan, keluarga dan warga yang mengetahui hilangnya korban pun berupaya untuk mencari korban. Sayangnya, setelah melakukan pencarian selama semalaman, sambung Rofiq, korban belum bisa ditemukan.

Pencarian ini dilakukan dengan melibatkan masyarakat Desa Tunggul, Petugas Sat Polairud Polres Lamongan, dan sejumlah nelayan yang tergabung dalam DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lamongan.

“Mulai malam hari hingga pagi, korban belum bisa ditemukan,” imbuhnya.

Setelah bersusah payah dalam mencari, Rofiq menuturkan, korban baru bisa ditemukan sekira pukul 10.00 WIB, hari ini. Korban berada di titik koordinat barat laut Desa Kemantren, Kecamatan Paciran.

“Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal, di lokasi sekitar lebih kurang dua kilometer dari awal keberangkatannya. Korban dulu juga pernah mengalami kejadian serupa, hampir tenggelam, namun ia selamat,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPC HNSI Lamongan, H. Sukri Sulatim menyampaikan bahwa saat mengetahui kabar hilangnya korban, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Sat Polairud Lamongan.

“Iya, kami melaporkan informasi yang ada kepada Sat Polairud Polres Lamongan, agar segera menindaklanjutinya. Kami juga mendampingi sesuai dengan porsi kami,” ujarnya.

Lebih lanjut, H. Sukri menegaskan, korban saat ini sudah dievakuasi oleh para petugas dan dibawa ke rumah duka untuk dikebumikan. Pihaknya juga mengimbau kepada para nelayan di Lamongan untuk tetap waspada dan berhati-hati. Sebab, cuaca buruk masih saja mengancam keselamatan para nelayan.

“Kepada para nelayan di pesisir pantai Lamongan agar meningkatkan kewaspadaannya. Jika cuaca tak memungkinkan untuk melaut, maka sebaiknya bersabar lebih dulu sembari menunggu cuaca membaik,” tutupnya. [riq/beq]

Apa Reaksi Anda?

Komentar