Peristiwa

MUI Jember: Salat Id Sunnah, Menghindari Penyakit Wajib

Jember (beritajatim.com) – Abdul Haris, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengatakan, pihaknya berpegangan pada rekomendasi dunia kedokteran dalam memutuskan boleh-tidaknya penyelenggaraan salat Idul Fitri berjamaah tahun ini.

“Ketika ilmuwan, akademisi, dokter, spesialis mengatakan bahwa Covid masih ada dan perlu diwaspadai, maka itu harus dijadikan pegangan untuk berkebijakan dalam masalah keagamaan. Saya tegaskan bahwa salat id itu sunnah (dikerjakan berpahala, tidak dikerjakan tidak apa-apa), sedangkan menjaga dan menghindari penyakit itu sesuatu yang wajib,” kata Haris.

Dalam kaidah ilmu fikih, menurut Haris, disebutkan bahwa menolak kemafsadatan (kerusakan) itu harus lebih diutamakan dibandingkan menarik kemaslahatan (kebaikan). Umat Islam sebaiknya mengikuti anjuran pemerintah dalam menyelenggarakan salat id pada masa pandemi.

Dalam surat tausiyah yang terbit pada 27 April 2021, MUI Jatim mengimbau kepada seluruh umat Islam di Jawa Timur agar melaksanakan salat Idul Fitri di rumah bersama keluarga. Ini agar tidak menimbulkan kerumunan kelompok yang menimbulkan kerentanan terhadap penularan virus corona.

MUI Jember juga mendukung larangan mudik. “Larangan itu ada sebabnya. Di India, tingkat penyebaran Covid luar biasa. Di Malaysia lockdown. Jangan sampai kemudian ada gelombang Covid kedua lebih disebabkan kekuranghati-hatian kita. Jadi harus kita dukung upaya pemerintah untuk tidak mudik,” kata Haris.

“Mudik tradisi sangat sakral di Indonesia, tapi dalam rangka menjadikan Indonesia lebih baik dan terhindar dari bahaya, itu bisa ditekan dan ditahan. Insya Allah tahun depan masalah itu bisa diangkat Allah,” kata Haris. [wir/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar