Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Modus Bantu Tarik Uang di ATM, Perempuan Ini Tega Gasak Rp55 Juta Milik Petani Madiun

Pelaku gasak uang petani di Madiun Rp55 juta

Madiun (beritajatim.com) – Sri Wahyuningsih sungguh tega. Dia sengaja menukar ATM miliknya dengan kepunyaan Parto Paeran (68), petani asal Desa Sebayi, Gemarang, Madiun, Jawa Timur.

Sukses dengan aksinya, wanita asal Ngrambingan, Panggul, Trenggalek itu menggasak Rp55 juta dari rekening Parto. Padahal, Parti saat itu sangat membutuhkan uang tersebut.

Insiden ini berawal saat Parto mengalami kesulitan hendak mengambil uang di ATM di Saradan. Saat itu, Sri yang ada di lokasi berpura-pura menawarkan bantuan kepada Parto.

Saat keduanya berbincang, Parto mengaku kesulitan menarik uang dari mesin ATM. Sri memanfaatkan kesempatan itu dengan menyebut mungkin saldo di rekening Parto tidak mencukupi.

Parto pun menyangkal ucapan Sri. Dia menyebut saldo di rekeningnya ada puluhan juta rupiah.

Di saat itulah, Sri langsung menukar ATM miliknya dengan kepunyaan Parto. Korban tak sadar akan hal itu lalu pulang tanpa merasa ada yang janggal.

Akhir November tahun lalu, istri korban, Sutinem mendatangi bank lantaran ATM yang dia gunakan terblokir. Dia salah memasukkan PIN sebanyak tiga kali.

Betapa kaget Sutinem saat mendapat informasi dari petugas bank yang mengatakan ATM itu bukan miliknya, melainkan milik seseorang bernama Mujiono warga Trenggalek. Nama tersebut tak lain adalah mantan suami pelaku.

Dari kejadian itu, Sutinem pun melapor ke pihak kepolisian. Kepolisian segera menangani kasus ini dan saat penyidikan, diketahui ada transaksi penarikan tunai secara bertahap yang diduga oleh pelaku.

”Usai mendapatkan ATM milik Parto Paeran, pelaku secara bertahap melakukan tarik tunai di beberapa lokasi. Saldo di ATM milik korban tinggal Rp4 juta dalam kurun waktu delapan hari,” kata Kapolres Madiun AKBP Anton Prasetyo, Sabtu (29/4/2022)

Anton menyatakan Sri ditangkap di rumah orangtuanya di Desa Sugihwaras, Saradan, Madiun. Kepada polisi dia akhirnya mengakui kejahatannya.

Pelaku dijerat Pasal 362 KUHP, tentang barang siapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun. (fiq/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar