Peristiwa

Menyalakan Kembali Spirit Kiai Wahab Chasbullah

Jajaran pengurus Kyai Wahab Chasbullah Foundation saat menggelar jumpa pers, Senin (31/8/2020). [Foto/Yusuf Wubisono]

Jombang (beritajatim.com) – Buah pemikiran tokoh pendiri NU, KH Wahab Chasbullah, sangat banyak dan visioner. Mulai bidang pendidikan, ekonomi, hingga sosial budaya. Namun demikian, peta pemikiran kiai asal PPBU (Pondok Pesantren Bahrul Ulum) Tambakberas Jombang ini belum semunya dikenal oleh khalayak.

Oleh sebab itu, pemikiran-pemikiran tersebut perlu kembali dihadirkan. Spirit Kiai Wahab perlu kembali dinyalakan. Sehingga cita-cita dan perjuangannya bisa direalisasikan. Kondisi itulah yang mendasari putra-putri Kiai Wahab mendirikan ‘Kyai Wahab Chasbullah Foundation’.

Adalah Hj Mukhtamarah, Hj Mahfudloh, Hj Hizbiyah, Hj Mundjidah, KH Roqib Wahab, dan KH Hasib Wahab, yang merupakan putra-putri pendiri NU, KH Wahab Chasbullah. Mereka semua hadir dalam launching secara virtual ‘Kyai Wahab Chasbullah Foundation’, Minggu (30/8/2020) malam.

Kemudian Senin (31/8/2020) Hj Mahfudloh, Hj Hizbiyah, KH Hasib Wahab, beserta pengurus lembaga tersebut menggelar jumpa pers di kantor Yayasan PPBU Tambakberas Jombang. Mereka menjelaskan secara panjang lebar tentang tujuan dilaunchingnya lembaga tersebut.

“Lembaga ini untuk mengimplementasikan pemikiran Kiai Wahab Chasbullah. Pemikirian-pemikiran Kiai Wahab sangat visioner. Sehingga masih layak diterapkan sampai hari ini. Mulai dari sektor pendidikan, ekonomi, hingga sosial budaya,” kata Direktur Kyai Wahab Chasbullah Foundation, Jaenal Effendi.

Jaenal menjelaskan, langkah awal di berbagai bidang itu sudah dilakukan. Di antaranya, dalam bidang pendidikan pihaknya memberikan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi tapi kurang mampu. Sebagaimana saat launching memberikan beasiswa kepada 100 mahasiswa.

Selain itu akan memberikan solusi alternatif pada dunia pendidikan yang mengalami perubahan sistem saat pandemi ini. “Itu implementasi yang kita lakukan saat ini. Sedangkan dalam bidang ekonomi kami memberikan stimulus modal kepada pedagang kecil. Semalam kita serahkan bantuan kepada 100 orang pedagang kecil,” tambahnya.

Dalam bidang sosial budaya, sambung Jaenal, pihaknya melanjutkan kerja-kerja sosial yang dilakukan KH Abdul Wahab Chasbullah di era sekarang dengan mengikuti perkembangan zaman serta kebutuhan kalangan milenia.

Disinggung soal ancaman gerakan khilafah, Jaenal mengungkapkan bahwa Kyai Wahab Chasbullah Foundation juga sangat corcern dalam menghadang laju gerakan tersebut. Tentu saja, hal itu sesuai dengan paham kebangsaan yang diusung oleh Kiai Wahab atau Mbah Wahab.

“Dalam bidang penguatan kebangsaan, kami bersinergi dengan semua pihak yang ikut menjaga semangat kebhinekaan dalam bingkai Pancasila. Di saat ada pihak-pihak yang merongrong bentuk final NKRI maka penguatan wawasan kebangsaan di level pelajar dan mahasiswa. Generasi penerus harus mendapat asupan ideologi dan nilai-nilai kebangsaan sesuai falsafah yang dirumuskan founding fathers bangsa ini,” ujarnya.

Di tempat yang sama, KH Hasib Wahab atau Gus Hasib menambahkan bahwasannya pemikiran, gagasan, dan semangat dari Pahlawan Nasional KH Wahab Chasbullah harus terus dilestarikan. Baik itu oleh oleh dzurriyah, santri, dan alumni. “Sehingga masyarakat tahu siapa Mbah Wahab dan pemikirannya,” kata Gus Hasib.

Gus Hasib berharap sosok pendiri dan penggerak Nahdlatul Ulama (NU) tersebut bisa menjadi contoh bagi generasi muda. Utamanya tentang nasionalisme, kebangsaan, dan ajaran-ajaran agama yang diperjuangkan Kiai Wahab Abdul Chasbullah. Bagi Mbah Wahab, lanjut Gus Hasib, cinta tanah air dan agama bisa berjalan beriringan.

Hj Hizbiyah, yang juga putri Mbah Wahab mengungkapkan, paham kebangsaan yang diusung Kiai Wahab Chasbullah bisa dilihat dari lagu yang ia ciptakan, yakni Subhanul Wathon (patriot bangsa). Lagu yang diubah pada 1934 itu mengandung prinsip penerimaan negara bangsa dalam konteks Islam dan keindonesiaan.

“Makanya Mbah Wahab sangat menentang kolonioalisme. Beliau menentang penjajahan atas bangsa. Nah, semangat-semangat seperti itulah yang usung dalam ‘Kyai Wahab Chasbullah Foundation’. Sekaligus mengimpelemntasikan spirit beliau,” kata Hizbiyah.

Sebelumnya, peluncuran ‘Kyai Wahab Chasbullah Foundation’ dilakukan secara virtual di ndalem kasepuhan PPBU Tambakberas, Jombang, Minggu (30/8/2020) malam. Sejumlah tokoh hadir, baik secara virtual maupun langsung.

Hadir secara virtual di antaranya Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin serta Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Sementara yang hadir secara langsung adalah Rais Am PBNU KH Miftahul Akhyar serta Mubaligh KH Muwafiq dari Yogyakarta. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar