Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Malu Hamil di Luar Nikah, Wanita Madiun Ini Bunuh dan Buang Bayinya

IM (25) saat diamankan di Mako Polres Madiun Kota usai ditetapkan jadi tersangka pembunuhan dan pembuangan bayi perempuan di Desa Bukur, Jiwan, Kabupaten Madiun. (Foto: Fatihah Ibnu Fiqri)

Madiun (beritajatim.com) – IM (25) hanya bisa meratapi penyesalannya di jeruji besi. Wanita asal Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun itu ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan dan pembuangan bayi perempuan di sebuah saluran air di Desa Bukur, Jiwan, Madiun, pada 29 Maret 2022 lalu.

Kepada penyidik di unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Satreskrim Polres Madiun Kota, dia mengaku malu karena hamil di luar nikah hingga melahirkan bayi perempuan. Usai melahirkan sendiri di rumahnya, dirinya mencekik bayi mungil itu menggunakan celana dalamnya. Si bayi pun meninggal dunia, pun kemudian IM membuangnya di saluran air tersebut.

Kapolres Madiun Kota AKBP Suryono menyebut penangkapan IM berdasarkan keterangan saksi di sekitar lokasi pembuangan bayi. IM terakhir kalinterluhat di sana dan terlihat dengan gelagat mencurigakan. Tak lama kemudian, ada temuan bayi di saluran air yang airnya tak mengalir itu.

”Kami memperkirakan kalau rumah pelaku tidak jauh dari lokasi pembuangan bayi itu. Dan akhirnya penyelidikan kami sampai ke IM. akhirnya dirinya mengaku kalau dirinya lah ibu dari bayi tersebut, dan memang malu dengan keluarga dan teman-teman karena hamil di luar nikah hingga membunuh dan membuang bayi tersebut,” kata Suryono pada gelaran konferensi pers di Mako Polres Madiun Kota, Rabu (20/4/2022).

Pihaknya menyebut kalau jeratan di leher dan tersumbatnya aliran nafas jadi penyebab bayi meninggal. Hal itulah yang cocok dengan keterangan IM. Polisi juga telah mencocokan DNA bayi dengan sang ibu. Hasilnya cocok dan dipastikan kalau IM adalah ibu, sekaligus pelaku pembunuhan dan pembuangan bayi tersebut.

”Untuk pacar pelaku masih akan kami dalami. Terutama keterlibatannya dalam melakukan kejahatan ini. Tapi yang jelas dari pengakuan pelaku, tidak ada usaha untuk aborsi sebelum bayi ini dilahirkan,” katanya. [fiq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar