Peristiwa

Longsor Anak Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro Dibangun Penanganan Darurat

Longsor sungai Ganggang di Desa Ngulanan Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Tebing anak Sungai Bengawan Solo di Desa Ngulanan Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro yang longsor ditangani secara darurat untuk menahan agar tidak terjadi longsor susulan. Sebab kondisinya mengancam rumah warga yang ada di tepian sungai.

Longsor tebing Sungai Ganggang yang juga merupakan anak Sungai Bengawan Solo di RT 03 RW 01 Desa Ngulanan Kecamatan Dander terjadi pada Selasa (15/2/2022) sekitar pukul 22.00 WIB setelah hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Bojonegoro. Longsor terjadi sepanjang kurang lebih 12 meter.

Akibat longsor itu membuat jarak sungai dengan rumah milik Ibu Sabinah di Desa Ngablak, Kecamatan Dander semakin dekat, yakni tinggal 2 meter. Selain itu, retakan tanah juga mengenai rumah milik Saidi (65) Warga Desa Ngulanan Kecamatan Dander yang menyebabkan rumah bagian dapur ambles sekitar 30 cm.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro Ardhian Orianto, mengatakan, penanganan darurat dimulai pukul 06.30 WIB. Tim gabungan memasang dinding darurat dengan 50 lembar sesek, 1.000 sak, 50 bongkotan bambu, serta terpal sebanyak 5 biji.

“Penanganannya dengan membuat dinding penangan longsor dengan bahan-bahan tersebut,” terangnya, Jumat (18/2/2022).

Dalam penanganan darurat tersebut, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Dandim 0813 Letkol Arm Arif Yudo Purwanto dan Kapolres AKBP Muhammad serta sejumlah relawan dan warga setempat turut hadir ke lokasi. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar