Peristiwa

Lanud Iswahjudi Ikut Razia Balon Udara di Ponorogo

Petugas gabungan mengamankan balon udara tanpa awak yang hendak diterbangkan. (Foto/Penlanud Iswahjudi)

Ponorogo (beritajatim.com) – Personel dari Lanud Iswahjudi ikut dalam mencegah dan tertibkan penerbangan balon udara yang marak pada perayaan Idul Fitri di wilayah Ponorogo dan sekitarnya. Lanud Iswahjudi semakin gencar laksanakan patroli gabungan pada lebaran hari ke-5 atau hari Senin (17/5).

Bekerjasama dengan aparat Polres Ponorogo, Kodim 0802/Ponorogo dan Pemkab Ponorogo, patroli gabungan menyasar seluruh kawasan bumi reyog untuk mencegah dan mengantisipasi adanya masyarakat yang menerbangkan balon udara.

“Kami juga ikut dalam operasi gabungan razia balon udara tanpa awak,” kata Danlanud Iswahjudi Marsma TNI M. Untung Suropati, Senin (17/5/2021).

Dari hasil patroli Ponorogo Lanud Iswahjudi di area Kecamatan Sukorejo, mulai dari Desa Sukorejo, Desa Bangunrejo, Desa Karang Lor dan Desa Gandukepuh didapat 9 barang bukti balon udara yang berhasil diamankan. Patroli gabungan sekaligus sosialisasi cegah penerbangan balon udara ini, akan terus dilaksanakan di seluruh Karesidenan Madiun.

“Kami juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat, tentang bahaya menerbangkan balon udara tanpa awak. Sehingga ke depan aksi menerbangkan balon ini juga bisa dicegah oleh masyarakat itu sendiri,” katanya.

Lanud Iswahjudi menghimbau agar masyarakat tidak menerbangkan balon udara secara liar dan menghentikan tradisi menerbangkan balon udara ini karena sangat membahayakan keselamatan penerbangan. Kalaupun ingin menerbangkan harus terorganisir, mematuhi ketentuan yang ada. Dan yang tidak kalah pentingnya harus mendapatkan izin dari otoritas penerbangan, TNI dan Polri.

Menerbangkan balon udara sangatlah membahayakan keselamatan penerbangan. Sebab dapat mengganggu lalu lintas penerbangan dan juga membahayakan penumpang pesawat. Barang siapa saja yang melanggar, sesuai UU nomor 1 Tahun 2009 pasal 411 akan dikenakan sanksi pidana selama-lamanya dua tahun penjara atau denda sebanyak-banyaknya Rp 500 juta.

“Diharapkan melalui patroli dan sosialiasi ini masyarakat akan mengerti, memahami dan teredukasi bahwa menerbangkan balon udara sangat membahayakan keselamatan penerbangan, ” pungkasnya. [end/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar