Ponorogo (beritajatim.com) – Kuota haji Kabupaten Ponorogo tahun ini diperkirakan 500-an jemaah. Ini seiring dengan normalnya kembali kuota haji yang diberikan Pemerintah Arab Saudi usai pandemi Covid-19
“Kuota tahun ini untuk Kabupaten Ponorogo 500-an namun jumlahnya itu belum final,” ungkap Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Ponorogo, Mohammad Nurul Huda, Kamis (2/2/2023).
Huda menyebut angka 500-an tersebut karena sudah kembali normal. Berbeda dengan saat pandemi Covid-19 masih terjadi, kuota jemaah haji Ponorogo berkurang drastis.
Kantor Kemenag Kabupaten Ponorogo, kata dia, masih menunggu keputusan resmi perihal kuota daerah-daerah dari Kemenag pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim).
“Untuk resminya masih menunggu keputusan Pemerintah Pusat dan Provinsi Jatim,” katanya.
Kuota haji Kabupaten Ponorogo tahun ini, kata Huda bakal diprioritaskan untuk calon jemaah haji yang keberangkatannya tertunda tahun lalu. Data dari Kantor Kemenag Kabupaten Ponorogo, calon jemaah haji Ponorogo yang tertunda keberangkatannya ada 314 orang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Ponorogo”]
“Jemaah haji yang tertunda tahun lalu, akan diprioritaskan berangkat pada tahun ini,” katanya.
Keberangkatan jemaah haji dari Indonesia tahun ini, juga tidak ada lagi syarat pembatasan usia. Seperti diketahui khalayak umum, tahun lalu jemaah haji yang berangkat dibatasi usianya maksimal 65 tahun.
Tidak adanya pembatasan usia ini, merupakan buah kesepakatan antara Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas bersama Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah beberapa waktu yang lalu.
Sehingga jemaah haji yang berusia di atas 65 tahun, tahun lalu gagal berangkat, besar kemungkinan tahun ini diprioritaskan untuk berhaji di Tanah Suci. [end/beq]






