Mojokerto (beritajatim.com) – Kementerian Agama (Kemenag) pusat menambah kuota Calon Jamaah Haji (CJH) cadangan dari semula 10 persen menjadi 15 persen. Ini seiring dengan kuota haji nasional mendapat tambahan dari Pemerintah Arab Saudi sebanyak 8.000 jemaah.
“Ada tambahan kuota CJH cadangan, namun kami belum tahu jumlah pastinya berapa, yang jelas menjadi 15 persen dari kuota yang sudah ditetapkan,” ungkap Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Kemenag Kabupaten Mojokerto, M Zainut Tamam, Senin (8/5/2023).
Artinya, ada tambahan lebih dari 111 CJH cadangan asal Kabupaten Mojokerto siap mengisi kuota tersebut.
Hingga pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) pekan lalu, lanjut Tamam, ada sebanyak 87 CJH cadangan yang sudah melengkapi Bipih menuju Tanah Suci sebesar Rp30,9 juta.
Baca Juga:
Kemenag Kabupaten Mojokerto Perpanjang Masa Pelunasan Bipih
Ada tambahan lebih dari 111 CJH cadangan asal Kabupaten Mojokerto siap mengisi kuota keberangkatan jika tidak terisi lengkap.
“Untuk 394 CJH yang belum lunas, kami masih berupaya agar mereka dipastikan bisa berangkat tahun ini. Dari jumlah tersebut, ratusan CJH di antaranya sudah menyatakan menunda keberangkatan dengan bermacam alasan dan latar belakang,” katanya.
Baca Juga:
Kabar Gembira! Kuota Haji Indonesia Dapat Tambahan 8.000
Mulai dari meninggal dunia, terpisah dengan keluarga atau pendamping, hingga kesulitan ekonomi. Namun, Tamam menjelaskan, untuk yang menunda masih ada kesempatan untuk berpikir dan melunasi lagi sehingga diharapkan kuota CJH asal Kabupaten Mojokerto bisa terisi penuh.
“Ada yang meninggal, tidak bareng berangkatnya sama anggota keluarga lain, ekonomi tapi untuk ini masih ada kesempatan berfikir dan melunasi. Kami pastikan kuota yang disediakan bisa terisi penuh,” pungkasnya. [tin/beq]






