Blitar (beritajatim.com) – Yossa Alfani pemuda 18 tahun asal Desa Bumirejo Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar terpaksa ditangkap Unit Reskrim Polsek Kesamben. Penangkapan ini dilakukan setelah Yossa Alfani tega menikam pamannya sendiri Imam Mustakim dengan menggunakan pisau dapur.
Di hadapan polisi, Yossa Alfani mengaku tega menikam pamannya sendiri lantaran kesal sering dinasehati masalah kehidupan. Bukannya berubah, namun Yossa Alfani justru dendam dan kesal atas nasehat yang diberikan oleh Imam Mustakim.
Yossa Alfani pun gelap mata dan tega menikam pamannya sendiri Imam Mustakim di rumah tetangganya. “Kronologinya pelaku ini sering dinasehati oleh pamannya karena kesal, pelaku kemudian mengambil sebuah pisau yang kemudian digunakannya untuk menikam korban,” kata AKP Suhartono, Kapolsek Kesamben, Selasa (2/1/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”penusukan”]
Korban dan pelaku sendiri selama ini tinggal satu rumah. Pelaku mengaku kesal setelah satu bulan terakhir ini sering dinasehati oleh korban yakni Imam Mustakim.
Dari situlah perselisihan antara keduanya sering terjadi. Bahkan Imam Mustakim memilih untuk keluar dari rumah tersebut dan menumpang di rumah tetangganya. “Jadi satu bulan terakhir korban dan pelaku sering terlibat adu argumen dan perselisihan karena korban tidak biasa dinasehati,” imbuhnya.
Kekesalan Yossa Alfani pun memuncak pada Senin (1/1/2023). Pelaku yang sudah gelap mata akhirnya mengambil sebuah pisau yang kemudian digunakannya untuk menikam korban yang pada saat itu tengah beristirahat di halaman depan rumah.
Pelaku melakukan penikaman dengan pisau sebanyak dua kali. Penikaman yang pertama mengenai dada sebelah kanan korban dan yang kedua mengenai bagian pipi.
Karena postur tubuh korban yang cukup tinggi besar, serangan pelaku pun bisa ditahan. Pelaku juga bisa ditangkap oleh korban dan sejumlah warga. “Jadi korban melakukan penikaman dua kali pertama mengenai bagian dada dan yang kedua bagian pipi dari korban,” Jelas Kapolsek.
Mendapati laporan tersebut Unit Reskrim Polsek Kesamben Kabupaten Blitar langsung mendatangi lokasi kejadian. Pelaku kemudian diamankan polisi untuk menghindari amukan massa.
Olah kejadian perkara juga langsung dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Kesamben Kabupaten Blitar. Dari oleh TKP tersebut diketahui bahwa pelaku mendatangi korban usai Salat Isak.
Pelaku kemudian memojokkan korban dengan menggunakan meja sebelum melakukan penikaman dengan pisau yang dibawanya dari rumah. Usai peristiwa penikaman tersebut pelaku kemudian membuang pisau yang digunakan untuk menikam pamannya sendiri tersebut. “Kami langsung datang ke lokasi setelah ada laporan, jadi motif awal karena dendam dan sakit hati,” pungkasnya.
Korban sendiri kini dalam keadaan kritis dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit Wava Husada Kesamben Kabupaten Blitar. Sementara pelaku kini tengah dilakukan penyelidikan lebih lanjut di Polsek Kesamben Kabupaten Blitar. (owi/kun)






