Blitar (beritajatim.com) – Jumlah wilayah di Kabupaten Blitar yang terdampak kekeringan air bersih terus meluas. Total hingga saat ini sudah ada 3 kecamatan di Bumi Penataran yang dilaporkan mengalami kekurangan air bersih di saat kemarau panjang ini.
Namun ditengah meluasnya kekeringan tersebut, anggaran dropping air bersih yang dimiliki oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar justru terus menipis. Saat ini anggaran dropping air bersih untuk warga terdampak kekeringan hanya tersisa 50 juta rupiah saja.
Jumlah tersebut diperkirakan hanya bisa dialokasikan untuk kebutuhan dropping air bersih hingga bulan depan. Ditengah keterbatasan dana tersebut, BPBD Kabupaten Blitar berharap hujan bisa segera turun dan kekeringan di wilayah Blitar tidak meluas.
“Diperkirakan tidak sampai Rp 50 juta. Maka dari itu, kami berharap kekeringan tidak bertambah atau meluas,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar Ivong Berrtryanto, Kamis (12/10/23).
BPBD Kabupaten Blitar pun kini patut khawatir. Pasalnya jika tidak ada tambahan anggaran maka kegiatan dropping air bersih ke rumah-rumah warga yang terdampak kekeringan bakal terganggu.
Namun BPBD Kabupaten Blitar juga telah menyusun rencana jika kemarau panjang terus berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Opsi paling realistis adalah meminta bantuan dari pemerintah provinsi (pemprov) guna penanggulangan bencana.
Untuk diketahui BPBD telah melakukan dropping air bersih ke 4 desa di 3 kecamatan. Yaitu, Kecamatan Wates, Binangun, dan Wonotirto. Setiap desa masing-masing dijatah 6.000 liter air.
Kini BPBD Kabupaten Blitar harus berpikir ekstra terkait hal itu. Pasalnya anggaran yang kurang dari 50 juta tersebut, bukan hanya dialokasikan untuk penyediaan air bersih. Tapi juga untuk kebutuhan akomodasi. Salah satunya untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM).
“Anggaran bantuan air bersih ini sifatnya menunggu. Jika nggak ada kekeringan, ya tidak terserap dan akhirnya menjadi SILPA. Seperti tahun lalu, telah disediakan anggaran yang cukup besar. Tapi serapannya sedikit. Sisanya menjadi SILPA,” ungkapnya.
Anggaran penanggulangan kekeringan ini, dianggarkan berdasarkan pada serapan anggaran tahun lalu. Dimana wilayah Kabupaten Blitar tidak mengalami kekeringan yang separah tahun ini.
Meski begitu, BPBD Kabupaten Blitar memastikan sisa anggaran yang masih ada, bisa digunakan untuk meng-cover kebutuhan dropping air ke empat desa di bulan depan.
“Intinya kami tidak ingin menunda bantuan air bersih kepada warga yang membutuhkan. BPBD siap mencarikan dana untuk penanganan bantuan air bersih sesuai aturan yang ada. Kalau anggaran tidak cukup, kami ajukan bantuan ke pemprov,” tutupnya. (owi/kun)
BACA JUGA: Pemkot Blitar Ancam Sanksi ASN Like Postingan Berbau Politik






