Peristiwa

Jenazah Pasien Covid-19 Diambil Paksa, Polisi Periksa CCTV Rumah Sakit

Kapolres Ponorogo AKBP Mochammad Nur Azis. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Polres Ponorogo melakukan penyelidikan terkait aksi jemput paksa jenazah Covid-19 oleh keluarganya di RSUD dr. Harjono pada Rabu (5/5) dini hari. Sejumlah tenaga medis di rumah sakit yang menangani pasien yang meninggal itu dimintai keterangan oleh petugas kepolisian.

“Sementara ini, kita mintai keterangan pegawai yang ada di rumah sakit dulu,” kata Kapolres Ponorogo AKBP. Muchammad Nur Azis, Jumat (7/5/2021).

Selain meminta keterangan dari tenaga medis yang bekerja di RSUD dr. Harjono, petugas kepolisian juga melakukan pemeriksaan dokumen dari pasien yang meninggal tersebut. Polisi juga memeriksa rekaman kamera pengintai CCTV yang di pasang di sekitar ruang instalasi gawat darurat (IDG) RSUD dr. Harjono.

“Kita lakukan penyelidikan dulu, kalau menunjuk langsung tersangka tidak bisa,” katanya.

Azis menyebut pihaknya ke depan akan melakukan gelar perkara. Kalau nanti ditemukan ada unsur pidana, baru dinaikkan ke tahap penyidikan. Supaya kejadian seperti ini tidak terulang, Azis menghimbau kepada masyarakat untuk mematuhi aturan protokol kesehatan yang berlaku di masa pandemi Covid-19 ini. Kalau ada pasien meninggal dinyatakan positif Covid-19, pemulasaraannya disesuaikan dengan protokol yang ada.

“Di rumah sakit ada SOP-nya sendiri jika menangani pasien atau jenazah Covid-19, itu yang harus dipahami masyarakat,” pungkasnya. [end/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar