Mojokerto (beritajatim.com) – Hanyut lebih dari 10 jam, akhirnya jasad Suherman (40) ditemukan petugas dan relawan di aliran Sungai Brantas Dusun Karanganyar, Desa Bandanasri, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Korban merupakan pencari ikan yang hanyut di Sungai Brantas pada Minggu (30/7/2023).
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim mengatakan, jasad korban ditemukan sekira pukul 23.25 WIB.
“Korban ditemukan di lokasi terakhir kali dia terlihat sebelum tenggelam karena tergelincir,” ungkapnya, Senin (31/7/2023).
Masih kata Khakim, sebelumnya warga Dusun Bajangan, Desa Kembangringgit, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto ini tenggelam saat menyebrang di aliran Sungai Brantas. Saat itu, korban bersama tiga rekannya menjala ikan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekira pukul 13.00 WIB.
BACA JUGA:
7.800 Bendera Merah Putih Berkibar di Kota Mojokerto
“Korban sudah meninggal dunia karena tenggelam. Malam itu jasadnya langsung dievakuasi ke rumah duka. Pencarian jasad korban bersama BPBD, TNI/Polri, dan relawan melakukan upaya pencarian serta memantau di pinggir Sungai Brantas. Jasad korban ditemukan mengambang di lokasi korban dilaporkan tenggelam,” katanya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Mojokerto, Iptu Hari Tjahjono menjelaskan, dari keterangan ketiga teman korban jika korban bersama ketiga rekannya mencari ikan dengan cara menjala ikan di pinggir Sungai Brantas.
“Sekira pukul 13.00 WIB, keempatnya hendak pulang dengan menyebrang ke selatan sungai,” ujarnya.
BACA JUGA:
Warga Mojokerto Manfaatkan Limbah Akar Bambu
Namun, lanjut Kasi Humas, ketiga rekan korban menyebrang ke selatan Sungai Brantas mencari tempat yang dangkal. Namun korban memilih jalan pintas dengan menyeberang sungai yang dalam dengan berenang. Ketiga rekan korban sudah mengingatkan korban agar tidak melewati aliran sungai yang dalam.
“Namun korban tidak menghiraukan. Dengan membawa jala korban melintas namun baru beberapa meter korban tenggelam karena ada pusaran air yang ada di TKP,” jelasnya. [tin/beq]






